Demo UU Cipta Kerja di Palembang

2.700 Anggota TNI-Polri Dikerahkan Amankan Demo UU Cipta Kerja di Palembang, Disebar Sejumlah Titik!

Kepolisian pun memberikan ruang kepada massa aksi untuk memberikan orasinya di Simpang 5 DPRD Provinsi Sumsel.

Penulis: Bayazir Al Rayhan | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM / Jati Purwanti
Suasana jalan di Simpang 5 DPRD Sumsel ditutup menjelang Demo penolakan Omnibus Law Cipta Kerja, Senin (12/10/2020) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Bayazir Al Rayhan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Demo menolak UU Cipta Kerja, hari ini Senin (12/10/2020) kembali digelar di Simpang 5 DPRD Provinsi Sumsel.

Pengamanan sudah dilakukan aparat kepolisian sejak pagi dengan menutup sejumlah ruas jalan yang mengarah ke Gedung DPRD Provinsi untuk mencegah kericuhan yang sebelumnya terjadi.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan Polrestabes Palembang melakukan kesiapan pengamanan dan pelayanan peserta aksi unjuk rasa yang menolak UU Cipta Kerja.

Kepolisian pun memberikan ruang kepada massa aksi untuk memberikan orasinya di Simpang 5 DPRD Provinsi Sumsel.

Dikatakan Anom, sebanyak 2.700 personil dikerahkan untuk mengamankan aksi yang berlangsung di Simpang 5 DPRD Provinsi.

"Pasukan Polri dan TNI diturunkan sebanyak 2.700 personil yang sudah tersebar di titik-titik pengamanan yang kami terapkan untuk aksi unjuk rasa ini," kata Anom, Senin (12/10/2020).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri didampingi Wakapolda Brigjen Pol Rudi Setiawan beserta Pejabat Utama Polda Sumsel datang untuk memantau lokasi seputaran aksi, Senin (12/10/2020)
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri didampingi Wakapolda Brigjen Pol Rudi Setiawan beserta Pejabat Utama Polda Sumsel datang untuk memantau lokasi seputaran aksi, Senin (12/10/2020) (SRIPOKU.COM / Bayazir Al Rayhan)

Baca juga: Kapolda dan Wakapolda Sumsel Turun Tangan ke Lokasi Demo UU Cipta Kerja di Palembang

Baca juga: Simpang 5 DPRD Sumsel Ditutup, Berikut Rekayasa Jalan di Palembang Selama Demo UU Cipta Kerja

Baca juga: BREAKING NEWS : Demo UU Cipta Kerja, Simpang 5 DPRD Sumsel Ditutup Dipasang Kawat Berduri

Adapun pengamanan yang diterapkan oleh aparat keamanan yakni pengamanan di Gedung DPRD Provinsi Sumsel.

"Selain itu seputaran radius dua kilometer juga harus bersih dari pelaku-pelaku yang berpotensi melakukan anarkis maupun pengrusakan dan sebagainya," lanjut Anom.

Dengan demikian, dikatakan Anom pihaknya meminta pengertian dan permohonan maaf kepada warga kota Palembang atas pemberlakuan pengalihan arus ini.

"Kami mohon pengertiannya dan meminta maaf kepada warga kota Palembang dengan adanya pemberlakuan pengalihan arus dan penyekatan jalan beberapa titik tertentu mudah-mudahan Palembang dalam keadaan aman dan lalu lintas tidak terjadi kemacetan di sana-sini," kata Anom.

Selain personil, kepolisian juga menyiapkan mobil water canon dan mobil rantis untuk mengamankan jalannya aksi.

"Yang jelas water cannon ada tujuh kemudian ada raisa dan juga mobil rantis lainnya, tambora dan sebagainya. Estimasi masa ini masih tentatif tapi berdasarkan informasi awal yang kami terima sekitar lebih kurang 1000 masa," kata Anom.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved