Kisah Haru Gadis yang Putuskan Jadi Mualaf, Perjalanan Kehidupan Panjang Dimulai 2 Tahun Lalu!

Banyak sekali kisah mengenai orang yang mendapat hidayah dan memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Penulis: Tria Agustina | Editor: Yandi Triansyah
Tangkap layar YouTube Dunia 360
Kisah seorang gaids menjadi mualaf 

SRIPOKU.COM - Mualaf dalam dalam pengertiannya merupakan sebutan bagi orang non-muslim yang mempunyai harapan masuk agama Islam atau orang yang baru masuk Islam.

Dalam agama Islam memutuskan untuk menjadi mualaf perlu dibimbing oleh seorang saksi yang paham akan ilmu agama.

Untuk menjadi seorang Muslim, seseorang hanya perlu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Orang yang menyatakan kesaksian ini harus melakukannya tanpa paksaan.

Mereka harus benar-benar tulus dalam hati, dan bukan hanya terucap lewat bibir.

Saat itu, ia sudah sah dianggap sebagai Muslim.

Meskipun bukan merupakan prasyarat yang ketat, sangat dianjurkan bagi seseorang untuk menyatakan kesaksian imannya di depan umum, misalnya di masjid atau pusat komunitas, atau setidaknya di depan umat Islam lainnya.

Orang tersebut juga berpindah keyakinan karena beberapa pertimbangan.

Mualaf biasanya datang dengan berbagai alasan di antaranya pernikahan, belajar dan menemukan secara keilmuan, dan ada juga hidayah yang didapat secara langsung.

Pada Surah At-Taubah Ayat 60 disebutkan bahwa para mualaf termasuk orang-orang yang berhak
menerima zakat.

Banyak sekali kisah mengenai orang yang mendapat hidayah dan memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Berikut ini salah satu kisah mualaf yang mendapat hidayah gara-gara mencari jawaban ayat-ayat ini.

Kisah tersebut dibagikan melalui kanal YouTube Dunia 360 pada 17 September 2020.

Sebelumnya kisah ini viral di aplikasi TikTok dengan akun @cumaorangbiasaaaa.

Kisah Haru Pria Mualaf Asal Jerman, Tahu Putranya Memeluk Islam Ibunya Kaget dan Nangis tak Percaya

Saat itu seorang netizen mengajukan sebuah pertanyaan berupa "alasan mualaf apa kak? Boleh tau," ujarnya.

"Maaf sangat melenceng

But, semua agama sama aja. Tergantung keyakinan kita masing-masing

Jadi disini jalan-jalan sekalian mau ibadah gitu karena tempatnya deket dengan gereja yang emang dari dulu oengen banget aku ibadah disini," ujarnya gadis yang mendapat pertanyaan dari netizen seputar perjalanannya sebagai seorang mualaf.

Tertera dalam keterangan foto waktu dan tempat wanita itu berkunjung.

Januari 2018 (07/01/2018) di Ewha Womans Univesity.

Gadis ini mulai menceritakan awal kisahnya memutuskan untuk menjadi mualaf.

Hingga kisahnya yang penuh dengan lika-liku dalam mempertahankan keputusannya itu.

"How can I know?

Bahwa ternyata jadi ibadah saya yang paling terakhir

Saat ibadah berlangsung, pastor membaca ayat yang bunyinya :

"Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Mt 10:5-6)," tulis si gadis mengawali kisahnya.

Kisah gadis yang jadi mualaf
Kisah gadis yang jadi mualaf (Tangkap layar YouTube Dunia 360)

Gadis ini mengisahkan jika hatinya tergerak untuk mempelajari Islam setelah mencari jawaban dari ayat yang mengganjal di benaknya.

"Saat pulang ke Indonesia selepas liburan.

Aku langsung aktif ibadah lagi, tapi masih muncul keganjalan-keganjalan di pikiranku, aku aktif buka kitab, ytb, sumber referensi dari mana pun.

Sampai ngechat pastorku.

Wanita ini pun mengunggah tangkap layar chatnya yang dikirim ke pastornya.

Disini aku ngechat pastorku, menanyakan keganjalan-keganjalan di pikiranku. Tapi hanya di read dan tidak dibalas sama sekali.

Sampai akhirnya centang 2, tidak ada birunya padahal sedang online

Ngga dibalas-balas berhari-hari, bebrulan-bulan, diminta meet up ga pernah mau," ungkapnya.

Lirik Lagu Law Kana Bainanal Habib oleh Alfina Nindiyani, Ungkapan Rindu Akan Kehadiran Rasulullah

Diakui si gadis jika dirinya pun sudah berusaha mencari tahu tentang Islam lewat temannya yang muslim.

"Disini aku ngechat teman aku yang muslim.

Dan minta diajarin sama dia, tapi sebelum chat WhatsApp ini.

Aku masih nyari referensi banyak banget tentang semua agama bukan cuma Islam aja, berhari-hari di ytb.

Pasti ada pertanyaan kenapa ga nemuin pastorku?

Aku udah minta meet up sama dia setiap minggu atau selesai ibadah, but jawabannya " lain kali kita bahas"

Aku be positive thinking aja karena mungkin tugasnya seorang pastor itu banyak dan mungkin dia lagi memang benar-benar sibuk," ungkapnya.

Dirinya pun memutuskan sebelum mencari tahu seluk belum mengenai Islam, ia juga mendalami informasi mengenai Islam hingga akhirnya memutuskan menjadi mualaf.

"Disini gue yang berusaha banget cari tahu lebih dalam, karena kebetulan banget teman aku ini dia seorang ustadzah lulusan pesantren juga.

Dia bimbing aku banget, sampai Alhamdulillah sekarang.

Alhamdulillah 17 Juni 2018 setelah melewatu beberapa bulan demi panasarannya aku, now aku mualaf seorang diri dari seluruh keluargaku yang nonis

Walaupun setelah itu diusir dan dikeluarin dari kartu keluarga.

Ngalamin depresi, sampai akhirnya bisa jadi yang sekarang," ungkapnya.

Ia pun menceritakan kisah perjalanannya selama menjadi mualaf mulai dari ibadah secara sembunyi-sembunyi.

"Semua agama sama, karena memiliki tujuan yang sama walaupun jalannya berbeda-beda, yang pasti, mereka tidak mengajarkan bagaimana membunuh orang"

Selama 2 tahun lamanya, saya sedang menjalani kehidupan ganda.

Yapsss, 2 tahun lamanya, saya diajak gereja (ibadah) ikut saja, merayakan natal bersama keluarga secara terang-terangan dan dilihat oleh Penciptaku.

Sedangkan sholat yang hampir sering aku kerjakan setiap waktu, aku lakukan secara sembunyi-sembunyi dari keluarga," ujarnya.

Salah seorang netizen kembali bertanya bagaimana bisa ia menjalani kehidupan seperti itu.

"Bagaimana itu bisa terlihat mudah untukmu?

Dari situ saya mulai dibukakan jalan dan kemudahan dalam berfikir dan mengambil resiko.

2 tahun setelah bersyahadat, dan saya capek terus-terusan menjalani kehidupan ganda.

saya diberi masukan oleh seseorang yang sangat baik, saya bilang takut.

Lalu dia jawab :

"Ada Allah, dan aku. Daripada kamu terus-terusan berbuat dosa," ungkapnya.

Jangan Buru-buru Dibunuh! Siapa Sangka Ada Alasan Menyedihkan Dibalik Laron Hidup Hanya Satu Malam

Cerita Kehidupan Sebelum Mengaku Mualaf

Saat di rumah, kalau mau ke toilet itu ngelewatin kamar mamah, aku khawatir kan mama tahu.

Tujuannya, enggak mau bikin mama kepikiran, aku usahakan sebisa mungkin agar mama enggak tahu.

Kalu ditanya mama, 'nhapain sih tiap pagi kebangun,' aku jwaba saja kebelet.

Mukena juga disimpan sembunyi di bawah kolong tempat tidur, harus bener-bener rapi.

Apalagi, di rumah ada keponakan masih kecil yang suka bongkar-bongkar.

Malam itu aku izin keluar ketemu teman aku, mamah aku emang ngga mengiyakan tapi aku langsung pergi karena nunggu jawaban dia ga ada sama sekali hanya diam, lalu aku pergi main sama teman sahring tentang apa yang aku alami

Dan ternyata aku ditutup dari luar rumah padahal aku main gada nyampe sejam, dan itu masih terbilang belum terlalu malam 21:38 WIB.

Disini setelah aku ngomong kalau aku muallaf sudah lama, merasa diasinmgkan selama beberapa hari, sampe yang mereka makan malam aja ngga ngajakin aku yang di kamar padahal biasanya sering manggil

Semuanya asyik sendiri, bahkan saat aku datang aja kayak biasa aja ga berusaha nyapa aku sama sekali.

Setelah 2 tahun aku bersyahadat, sebelum aku ngomong ke keluarga aku.

Sejak sekolah aku jualan, karena aku mikirnya gini.

"Wah nanti kalau aku ngomong pasti keluargaku ngusir dari rumah"

Makanya aku mikir mau jualan biar nanti setelah waktu yang pas aku ngaku gitu, jadi kalau diusir ya gapapap aku udah punya biaya hidup.

Jadi aku jualan minuman gitu, dan biasanya ke sekolah aku bawa sekitar 50'an botol.

Nah, pas yang awal-awal jualan gitu mama aku ga nanya sama sekali kenapa aku jualan, karena mungkin mama aku pikir aku pengen sukses dalam dunia bisnis gitu, karena kebanyakan dari etnis Tionghoa identik dengan kesuksesan mereka dalam berbisnis maupun bekerja jadi mungkin mama aku mikirnya gitu.

Ga yang terlalu mikirn aku banget kenapa mau jualan.

Setelah minuman, aku nambah lagi jualannya kaya cemilan gitu.

Sampai lulus dan sampai kuliah semester 1 sebelum pandemi covid aku masih sering jualan.

Sebelum adanya pandemi covid-19 di kampus saat semester 1, aku jualan minuman bubble.

Sering banget aku kinta temen-temen aku buat endorse gitu

Kalau di kampus, jualannya cepet habis loh.

Ngga ada nyampe 30 menit gitu aku di kampus pas nyampe langsung aja dibeli sama temen-temen dan kebanyakan itu temen cowo gitu

Setelah minuman bubble aku jual puding lagi.

Terus aku banyakin sedekah gitu.

Karena aku tahu bahwa sedikit banyaknya harta kita itu ada rezekinya orang lain di situ.

Dan tidak akan pernah berkurang harta yang kita sedekahkan dengan ikhlas karena Allah, melainkan akan digantikan dengan berlipat ganda.

Nah, dari semua itu sampai yang sekarang Alhamdulillah aku bisa nabung, jadi aku mikirnya walaupun dikeluarin nanti aku ga bakal takut karena untuk biaya hidup Alhamdulillah sudah yang lebih mencukupi.

Sampai aku ngasih lihat mama semua tabungan aku, mereka ngga percaya.

Nah 2020 ini aku berusaha banget kaya pengen ngomong tapi takut, aku curhat ke salah satu orang yang menurut aku baik dan bisa ngasih solusi.

Terus kata dia :

"Jangan takut, coba aja dulu"

Sudah Mengaku Jadi Mualaf

Gadis ini pun mulai memberanikan diri dan mencoba jujur bahwa dirinya seorang mualaf.

"Malam itu aku langsung ngomong, mama aku nangis tapi ngga ngomong apa-apa.

Aku didiemin selama beberapa hari, sampe yang tante-tanteku pada ngomong udah keluarin aja, dia kan udah gede juga ngapain ditampung," tulisnya.

Setelah pengakuannya yang mengejutkan pihak keluarga, gadis ini pun berusaha untuk bertahan di dalam rumahnya di tengah gejilak yang luarbiasa.

"Terus dari situ aku diem dalam kamar nggak keluar-keluar, mama aku ngga berusaha tanya atau ke dalam kamar gitu.

Sampe yang kaya aku makan aja itu susah banget.

Ini buat makan aja aku di rumah itu makannya pas mau subuhan.

Karena aku ngga pernah ditawarin makan, atau bahkan ditanya udah makan.

Jadi sisa apa aja gitu aku panasin lagi," katanya.

Ia pun menuturkan jika dirinya tak dianggap oleh keluarganya sejak memberanikan diri mengaku jadi mualaf.

"Aku ngaku jadi mualaf itu baru bulan agustus kemarin.

Mama aku udah mulai ngomong sama aku tapi cuma yang penting-penting aja, kaya cuma nanyain cimana kunci atau apalah itu.

Dia mau keluar aja aku tanya, "Mah, mo kemana?"

Ngga dijawab padahal pertanyaannya kuulang lebih dari tiga kali.

Sekarang, aku masih dikucilkan di rumah.

Tante-tanteku di rumah ngga pernah mau ngoming atau ngapain gitu sama aku sampai dengan sekarang.

Saya seolah tidak dianggap ada oleh kerluarga saya," ungkap gadis tersebut di akhir kisahnya.

 

Simak videonya

Mengintip Deretan Masjid Terbesar di Dunia, No 12 Masjid Terbesar se-Asia Tenggara Ada di Indonesia

Yuk follow Instagram Sriwijaya Post

Serta sukai fanspage Sriwijaya Post

Jangan lupa juga subscribe YouTube Channel SripokuTV

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved