Breaking News:

Demo Omnibus Law Ricuh

Ketua DPRD Sumsel di Tengah Demo Omnibus Law Ternyata Sudah Dikontak tapi tak Dijawab, Mungkin Sibuk

75 anggota DPRD Sumsel yang ada tidak ada satupun yang berada ditempat, saat massa sudah berkumpul dan hanya ditemui Sekretaris DPRD Sumsel

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM / Bayazir Al Rayhan
Massa aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja mulai memanas ingin memasuki gedung DPRD Sumsel, Kamis (8/10/2020) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ribuan mahasiswa yang melaksanakan aksi penolakan UU Omnibus Law (Cipta Karya Kerja), Kamis (8/10/2020) hanya bisa melakukan orasi di halaman gedung DPRD Sumsel.

Pasalnya, 75 anggota DPRD Sumsel yang ada tidak ada satupun yang berada ditempat, saat massa sudah berkumpul dan hanya ditemui Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban.

Massa sendiri mengaku sangat kecewa tidak ada para wakil rakyat yang menerima aspirasi mereka secara damai.

Putra Asli Muba Hingga Eks Persija Ini Siap Bawa Muba Babel United Promosi Liga 1 Indonesia

"Kita tolak UU Cipta Kerja, tetapi tidak ada pimpinan DPRD Sumsel yang menemui kita," kata massa.

Massa yang sudah datang bergerak ke DPRD Sumsel sejak siang hari itu, mengaku kecewa dengan kinerja para wakil rakyat yang duduk saat ini, karena tidak peka dengan kondisi yang ada saat ini.

"Kami kesini (DPRD Sumsel) ingin mendapatkan hasil, dan yang bisa membatalkan UU ini adalah Presiden bukan premen. Jadi rakyat Sumsel menolak UU Ciptq Kerja," teriak orator aksi.

Akhirnya, aliansi mahasiswa Sumsel yang berunjuk rasa sepakat dengan perwakilan DPRD Sumsel yang diwakili Sekwan Ramadhan S Basyeban dan Tenaga Ahli DPRD Sumsel Yulizar Dinoto serta Ramlan.

Tujuh Kelompok Anarko dari Jakarta Susupi Demo Omnibus Law di Palembang, Polisi Libatkan Tim Cyber

Dimana hasil kesepakatan, tuntutan mahasiswa se Sumsel itu akan disampaikan ke pimpinan DPRD Sumsel pada 12 Oktober mendatang, saat para wakil rakyat itu kembali dinas kantor.

Beberapa kesepakatan itu, tuntutan mahasiswa akan disampaiakan ke pimpinan DPRD Sumsel, dan poin kedua, DPRD Sumsel akan menfasilitasi mahasiswa untuk menyuarakan penolakan itu ke DPR RI yang jumlahnya akan ditentukan kemudian bersama- sama.

"Kita sudah menerima tuntutan mahasiswa dan akan diteruskan ke pimpinan DPRD Sumsel," tandas Ramadhan.

Diakui Ramadhan, jika memang sempat terjadi keributan antara massa dan aparat kepolisian, karena saat itu mahasiswa tidak bisa bertemu araupun berkomunikasi langsung dengan ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati.

Namun, hanya diwakilkan pimpinan DPRD Sumsel lainnya.

Honorer Dinas Koperasi dan UMKM Palembang Jadi Wisudawati Terbaik, Nilainya Nyaris Sempurna

"Mungkin Ketua DPRD Sumsel saat dikontak lagi ada kegiatan yang tidak bisa diganggu, sehingga kita komunikasi dengan pimpinan lainnya, masa menolak dan terjadilah pelemparan.

Namun semua akhirnya bisa kondusif kembali," pungkasnya.

Dari pantauan dilapangan, sejumlah lampu sorot yang ada ditengah lapangan DPRD Sumsel dan pagar gerbang terlihat rusak atas kejadian itu.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved