UFC

Khabib Nurmagomedov Tak Mau Berdarah-darah saat Melawan Justin Gaethje di UFC 254

Perang urat syaraf menjelang megaduel ini sudah ditebar Justin Gaethje dengan dirinya ingin membuat Khabib Nurmagomedov berdarah-darah.

Editor: Adrian Yunus
TWITTER.COM/JUSTIN_GAETHJE
Petarung UFC, Justin Gaethje. 

SRIPOKU.COM - Raja kelas ringan, Khabib Nurmagomedov, mengakui dirinya tak mau sampai berdarah-darah saat menghadapi Justin Gaethje.

Duel Khabib Nurmagomedov vs Justin Gaetje dijadwalkan menjadi main event UFC 254 pada 24 Oktober mendatang.

Perang urat syaraf menjelang megaduel ini sudah ditebar Justin Gaethje dengan dirinya ingin membuat Khabib Nurmagomedov berdarah-darah.

Menurut Gaethje, Khabib tidak pernah benar-benar mengalami cedera serius sehingga sampai banyak mengeluarkan darah.

Sudah Lama Kepo, Anak Baru UFC Ngidam Tonjok Khabib Nurmagomedov

Legenda UFC Kenang Cerita Khabib Bikin 8 Petarung Minta Ampun dalam 5 Menit

Cuma Cadangan, Michael Chandler Sudah Tahu Cara Kalahkan Khabib dan Gaethje

Karenanya, Gaethje ingin membuat Khabib berdarah-darah untuk mengetahui reaksi sang juara kelas ringan UFC itu saat melihat darahnya sendiri.

Dalam sebuah wawancara online yang dikutip Juara.net dari RT Sport, masalah ini ditanyakan kepada Khabib Nurmagomedov.

Sang pewawancara menanyakan apa kira-kira reaksi Khabib kalau melihat darahnya sendiri dan kapan terakhir kali The Eagle terluka serius sampai berdarah-darah.

Soal kapan terakhir kali dirinya berdarah-darah, Khabib mengaku tidak ingat lagi.

"Jujur, saya tidak ingat. Bukannya saya ingin menutupi sesuatu, tetapi saya benar-benar tidak ingat," kata pemegang rekor tanpa cacat 28-0 ini.

"Bagaimana kalau saya melihat darah saya sendiri? Pastinya tidak akan menyenangkan. Tidak ada orang yang senang melihat dirinya berdarah."

"Saya berlatih keras untuk memastikan bahwa gaya bertarung saya menyebabkan kerusakan maksimal kepada lawan," lanjut Khabib.

"Artinya dengan memberikan rasa sakit yang maksimal kepada lawan, saya bisa menyelamatkan diri sendiri."

"Saya tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu. Kalau saya berdarah, ya saya berdarah. Saya tidak akan menjadi orang pertama yang mengeluarkan darah."

"Saya mencoba untuk tidak bereaksi terhadap apa pun yang dikatakan lawan saya. Yang paling penting adalah siap ketika pintu oktagon ditutup."

"Yang jelas saya tidak ingin berdarah. Dia boleh menginginkan saya berdarah-darah, tetapi saya tidak mau berdarah-darah.".

Sumber : Juaranet

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved