Jangan Salah Ucap, Ini Perbedaan Masyaallah dan Subhanallah, Jika Tertukar akan Miliki Makna Berbeda
Namun sayang, kedua ucapan Masyaallah dan Subhanallah seringkali terbalik dalam penempatan pengucapannya.
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Sudarwan
Dalam bahasa aslinya, kalimat itu terdiri atas dua kata, yaitu subhâna dan Allâh.
Kata subhâna berakar dari kata sabaha-yasbahu yang artinya ‘menjauh’.
Kata “berenang” dalam bahasa Arab diungkapkan dengan sabaha-yasbahu, karena orang yang sedang berenang itu sedang menjauh dari satu titik ke titik lain (dari satu tepi ke tepi yang lain, dari tepi ke tengah, dari tengah ke tepi, dan seterusnya).
Makna itu kemudian berkembang menjadi “suci”. Sesuatu yang suci tentu saja jauh dari sesuatu yang kotor, yang najis, yang tidak suci.
• Arti Ucapan Barakallah Fiikum dalam Bahasa Arab dan Begini Cara Membalas Ucapan Barakallah Fiikum
• Bacaan Dzikir Sore Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Terjemahan, Doa & Wirid Al Matsurat Amalan Nabi
Bulan Ramadan sering disebut sebagai bulan suci, antara lain karena pada bulan itu kita diperintahkan untuk menjauhkan diri dari nafsu syahwat bahkan yang sebelumnya boleh sekalipun.
Kata kerja sabbaha (yang juga berasal dari kata sabaha) berarti ‘menyucikan’. Ber-tasbîh adalah kegiatan menyucikan Allah dengan ucapan “subhanallah”.
Dari situ, kalimat “subhanallah” itu pada hakikatnya mengandung arti bahwa Allah jauh dari kemungkinan-kemungkinan buruk atau negatif yang mungkin terlintas di benak kita.
Sementara itu menurut dalilnya, Masya Allah artinya itu terjadi atas kehendak Allah atau saat melihat sesuatu yang indah atau rasa kagum.
Seperti dari Abu Hurairah, dia berkata: "Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub.
Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam.
Beliau bersabda: 'Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?'
Aku menjawab: 'Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub.
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis," (HR. Tirmizi).
Sedangkan Masyaallah berarti itu terjadi atas kehendak Allah, ungkapan rasa kekaguman atas ciptaan Allah SWT yang indah serta baik. Seperti dalam surat Al Kahfi ayat 39: