Kilas Balik
Kisah Sebenarnya, Kenapa PKI Membunuh 6 Jenderal dan Satu Perwira pada 30 September 1965
Di antaranya Ahmad Yani, S. Parman, Suprapto, D.I. Panjaitan, Sutoyo Siswomihardjo, M.T Haryono, dan Pierre Tendean.
Wakil Perdana Menteri III Chairul Saleh
Jenderal Soekendro
Tetapi Ketua Central Committee (CC) PKI, DN Aidit mencoret tiga nama terakhir.
Apa yang menyebabkan mereka menculik para jenderal? Peristiwa G30S dipicu dari kabar burung yang mengatakan adanya sekelompok jenderal atau Dewan Jenderal yang hendak mengudeta Presiden Sukarno.
Mengutip Jenderal TNI anumerta Basoeki Rachmat dan Supersemar (2008) karya Dasman Djamaluddin, sebelumnya PKI telah melancarkan isu bahwa Dewan Jenderal akan merebut kekuasaan dari Presiden Soekarno dengan memanfaatkan pengerahan pasukan dari daerah yang didatangkan ke Jakarta dalam rangka peringatan HUT ABRI pada 5 Oktober 1965.
Menurut sumber tersebut, isu Dewan Jenderal yang akan melakukan kegiatan politik, melakukan kup (kudeta) terhadap negara dan bangsa tidak benar.
Yang ada hanyalah Wanjakti (Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi Angkatan Darat). Tugasnya adalah membahas kenaikan pangkat dan jabatan dari kolonel ke brigjen dan dari brigjen ke mayjen dan seterusnya.
Apakah mereka berniat menghabisi para jenderal
Dalam buku Mengapa G30S/PKI Gagal?: Suatu Analisis (2004) karya Samsudin, Latief mengaku jenderal-jenderal itu dibunuh atas perintah Syam.
Syam duduk dalam pimpinan intel Cakrabirawa.
Sebenarnya dalam perundingan tidak ada rencana untuk membunuh para jenderal.
Pada awalnya, niat mereka untuk membawa para jenderal menghadap kepada Presiden/Pangti Soekarno di Istana.
Pelaksanaannya oleh resimen "Cakrabirawa" yang dikomandoi Letkol Untung.
Dalam G30S, Fakta atau Rekayasa? (2013) karya Julius Pour, Untung membagi eksekutor ke dalam tiga satuan tugas.
Satgas Pasopati pimpinan Letnan I (Inf) Abdul Arief dari Resimen Tjakrabirawa bertugas menangkap tujuh jenderal yang jadi sasaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kisah1.jpg)