Kisah Haru Kuli Angkut Barang, Terpaksa Merantau ke Kota Lain, Mengaku Pernah Terjerat Rentenir
Abah Mahari hanya berprofesi sebagai kuli angkut, daun pepayanya milik orang lain yang digunakan untuk membungkus daging sapi agar jadi lebih lunak
SRIPOKU.COM, JABAR - Inilah sebagian kisah kuli angkut barang.
Semogalah bisa menginspirasi.
Waktu menunjukkan pukul 20.00.
Saat itulah anggota DPR RI Dedi Mulyadi bertemu dengan Abah Mahari, seorang kuli angkut barang.
Malam itu Abah Mahari hendak mengangkut setumpuk daun pepaya yang diambilnya dari kebun untuk dibawa ke pasar.
Abah Mahari hanya kuli angkut, daun pepayanya milik orang lain yang digunakan untuk membungkus daging sapi agar dagingnya jadi lebih lunak.
Dalam perbincangan dengan Dedi Mulyadi kemudian terungkap, Abah Mahari berasal dari Tegal, Jawa Tengah.
• Pemkab Ogan Ilir Gandeng Baznas Berikan Bantuan 25 Gerobak Kepada Kuli Angkut di Pasar Indralaya
Ia jadi kuli angkut di satu pasar di Subang.
Ia nekat merantau karena di kampung halamannya hidup susah.
"Apalagi saat wabah corona seperti ini.
Waktu di kampung, oleh pemerintah disuruh diam di rumah tapi gak diberi uang, ya susah.
Saya cuma tidur aja, tapi kalau gak usaha ya gak makan," kata Abah Mahari.
Menurut Abah Mahari, jika tidak ada wabah corona, di Tegal ia bekerja menjadi buruh tani.
Namun hidupnya tetap memperihatinkan.
Saat padi mau dipanen, justru terserang hama wereng.