Gara Gara Bunga Liar ini, Warga Surabaya Mendadak Kaya, Berhasil Raih Omset Hingga Jutaan Rupiah
Ketua RT, Abdul Rachman mengungkapkan budidaya Bunga Telang ini berawal dari kerja bakti di awal tahun untuk memperbaiki lahan kampung terbengkalai
SRIPOKU. COM, SURABAYA - Rezeki itu datang seringkali tanpa diduga.
Kita manusia wajib berusaha dan berdoa.
Allah jua lah yang menentukannya.
Memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki.
Hal inilah yang dialami warga RT 11 RW 4 Penjaringan Sari saat membersihkan lahan fasilitas umum baru-baru ini.
Niat baik berbuah manis.
Di sela rumput liar, warga menemukan tanaman Bunga Telang yang kini dibudidayakan di sepanjang lahan fasum tersebut.
Berbekal informasi di youtube, warga kemudian rutin memanen Bunga Telang dan mengeringkannya.
Bunga Telang kering kemudian dipasarkan sebagai teh telang dan menghasilkan jutaan rupiah.
• Berburu Porang yang Sering Dianggap Tanaman Liar, Bakal Jadi Komoditi Ekspor Andalan, Harganya?
Ketua RT, Abdul Rachman mengungkapkan untuk budidaya Bunga Telang ini berawal dari kegiatan kerja bakti di awal tahun untuk memperbaiki lahan kampung yang terbengkalai.
"Pertengahan Maret kami menemukan telang liar dan mulai fokus merawat telang ini.
Yang penting kami menata dan bikin kampung hijau, kemudian baru kami pikirkan mengembangkan telang yang juga bermanfaat bagi kesehatan,"ungkapnya.
Tak hanya di lahan fasum, bibit telang ini juga disebarkan di sekitar rumah warga.
Setiap harinya warga memanen Bunga Telang yang telah tumbuh subur di lahan fasum.
Kemudian dikeringkan dan dikemas dalam plastik kecil.
"Juli kami mulai jualan online, dari penjualan online bunga Telang kering ya teh Telang ini omsetnya mencapai Rp 1,5 juta.
Agustus sampai Rp 2,5 juta, September ini rencana kami evaluasi dulu,"ujarnya.
• Deretan Tanaman Liar Ini Sering Diabaikan, Rupanya Kaya akan Manfaat dan Khasiatnya Menakjubkan
Tak hanya berupa Teh Telang, bunga Telang ini juga diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman yang dibuat oleh UMKM Paguyuban Sewelas.
"Saat kami ikut pameran kreatif di RW baru warga Wisma Penjaringan Sari tahu kalau RT kami punya ikon bunga Telang,"ujarnya.
Selain memperkenalkan produk telang melalui pameran, Abdul juga mengizinkan warga memanen bunga telang dan mengeksplore nya menjadi aneka makanan.
"Asal warga mau kerja bakti.
Harapannya ke depan setiap warga nanti punya Bunga Telang di rumahnya dan kampung kami bisa jadi Wisma Bunga Telang,"urainya.
Nanang Suyono, seksi pembangunan RT menambahkan, temuan telang liar di lingkungan kampung juga tak lepas dari salah satu warga yang anaknya melakukan riset dengan Bunga Telang.
"Warga kami ada yang tahu, katanya beli bibitnya itu bisa Rp 30 ribu, karena di kampung kami tumbuh liar ya kami rawat akhirnya,"urainya.
Setelah tumbuh lebat dan bisa mengha silkan banyak bunga untuk dipanen.
Warga kemudian membuat tim untuk mengelola pemasaannya.
"Akhirnya kami buat tim yang mengelola kebun telang ini, mulai marketing dan pengelolaan kebun.
Jadi untuk aktivitas selama pandemi, karena banyak bapak-bapak kegiatannya di rumah,"ujarnya.
Ibu-ibu juga diberdayakan dengan membuat aneka makanan dari Bunga Telang, mulai dari jajanan klepon hingga wajik Telang.
Bahkan nasi bakar Telang.
"Jadi kami promo ke sesama warga dan sudah banyak peminatnya," pungkasnya.
Wargapun sangat bersyukur selama pandemi bisa menemukan potensi kampung yang menjadi tambahan penghasilan.
• DERETAN Tanaman Liar Ini Rupanya Berkhasiat sebagai Obat, Sering Terabaikan!
Dikutip dari wikipedia, Kembang atau Bunga telang (Clitoria Ternatea) adalah tumbuhan merambat yang biasa ditemukan di pekarangan atau tepi hutan.
Tumbuhan anggota suku polong-polongan ini berasal dari Asia tropis, namun sekarang telah menyebar ke seluruh daerah tropika.
Sejak dulu tumbuhan ini ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias karena bunganya yang berwarna biru terang atau ungu.
Bunganya di berbagai tempat Asia Tenggara dimanfaatkan sebagai pewarna makanan atau kue.
Di Malaysia, ekstrak mahkota bunganya dipakai untuk mewarnai ketan.
Di Thailand, minuman penyegar berwarna biru dari ekstraknya dinamakan nam dok anchan (น้ำดอกอัญขัญ).
Terdapat varietas dengan mahkota bunga berwarna putih.
Di Indonesia Bunga Telang dimanfaatkan sebagai pewarna makanan, seperti tisane (teh herbal) dan nasi telang.
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul "Temukan Bunga Telang Liar, kini Warga RT 11 RW 4 Penjaringan Sari Surabaya Raih Jutaan Rupiah"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ini-10-tanaman-liar-yang-sering-diabaikan-ternyata-kaya-akan-manfaat-dan-berkhasiat-sebagai-obat.jpg)