KTP Belum Selesai, Seorang Ibu Mengamuk Bawa 3 Pisau ke Kantor Disdukcapil, Petugas Sampai Ketakutan

Seorang ibu inisial A mengamuk dengan membawa tiga buah pisau di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Yandi Triansyah
Ilustrasi e KTP 

SRIPOKU.COM -- Seorang ibu inisial A mengamuk dengan membawa tiga buah pisau di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Selain itu, ia membawa tiga buah pisau cutter, satu gunting dan beberapa potong pakaian di kantongnya.

Tak ada satu petugas pun berani mendekat.

Warga Kecamatan Wanaraja, mengamuk karena e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) tak kunjung selesai.

Padahal A mengaku sudah memberikan sejumlah uang kepada oknum berinisial W.

Aksi ibu A ini kemudia viral di media sosial.

Menurut saksi mata, Budi Rahadian, peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/9/2020) siang.

Cara Cek Bansos Lewat KTP di cekbansos.siks.kemsos.go.id Penerima BST Rp 500 Ribu, Cair September

 

Disdukcapil OKI Jemput Bola ke Air Sugihan, Warga Rela Antre Sampai Malam, Demi Bisa Dapatkan E-KTP

 

Kepada Budi, ibu tersebut mengaku telah memberikan uang kepada seorang pria berinisial W untuk mengurus E- KTP dan KK.

Namun, setelah sekian lama, W tak kunjung ada kabar.

W pun sulit untuk dihubungi, kata Budi.

"Informasi yang saya terima dari ibu A, membuat E-KTP dan KK meminta bantuan kepada seseorang berinisial W, tapi sudah lama tidak kunjung selesai," kata Budi yang berprofesi sebagai pengacara di Garut.

"Dari keterangan yang saya gali, orang berinisial W ini bukan pegawai Disdukcapil, bukan ASN, kemungkinan calo," tambah Budi.

Lalu, ibu itu tampak memainkan sebuah pisau dapur itu.

Di sampingnya, tampak seorang anak kecil.

Menurut Budi, saat peristiwa itu terjadi tak tampak petugas Disdukcapil yang mendekat karena takut.

Setelah itu, Budi menyarankan ibu tersebut meminta bantuan perangkat desa untuk membuat E-KTP dan KK.

"Jadi si ibu saat datang bawa formulir isian untuk pembuatan KK dan KTP, saya sarankan ibu itu minta bantuan aparat desa saja dan memproses pembuatannya di kantor kecamatan," kata Budi.

(Penulis: Kontributor Garut, Ari Maulana Karang | Editor: Abba Gabrillin)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved