Berita Palembang
Girangnya Siswa di Palembang Dapat Bantuan Kuota Internet Gratis 35 GB dari Kemendikbud
Salah seorang siswa SMA swasta di Palembang, Ardi terkejut mendapatkan notifikasi sms kuota internet gratis 35 GB bantuan
Penulis: maya citra rosa | Editor: Yandi Triansyah
Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Salah seorang siswa SMA swasta di Palembang, Ardi terkejut mendapatkan notifikasi sms kuota internet gratis 35 GB bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.
Pagi itu, Rabu (23/9/2020) sekira pukul 09.00, Ardi sedang memainkan handphone miliknya.
Tak Lama berselang, ponselnya bergetar ada pesan singkat yang masuk.
Begitu ia buka dan baca, ternyata pesan singkat itu notifikasi sms kuota internet gratis 35 GB bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.
Kuota internet yang dikabarkan akan terus diberikan selama 4 bulan kedepan ini juga banyak didapat teman-temannya.
"Saya dapat sms itu pagi sekitar pukul 09.00, iseng baca notifikasi sms, taunya ada notifikasi sms Subsidi kuota internet 35 GB," ujarnya saat diwawancarai via whatsapp, Rabu (23/9/2020).
• Begini Cara Cek Kuota Internet Kartu Telkomsel, Tri, XL, Axis untuk Guru, Dosen, Siswa dan Mahasiswa
• Guru dan Siswa di Palembang Belum Terima Kuota Internet dari Kemendikbud untuk Belajar Jarak Jauh
Namun, menurutnya belum semua siswa di sekolahnya yang mendapatkan notifikasi kuota internet gratis tersebut.
"Kayaknya belum semua siswa yang dapat kuota internet gratis itu, tadi teman-teman hanya ada sekitar 10 orang yang baru dapat," ujarnya.
Kebijakan pemerintah untuk memberikan bantuan subsidi kuota gratis kepada para pelajar, mahasiswa, guru dan dosen dinilai bagus dan dapat meringankan beban orang tua dalam hal kebutuhan kuota internet.
Menurut Pengamat Pendidikan dan Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Abdullah Idi, M.Ed, bantuan tersebut bersifat meringankan, namun tidak menjawab permasalahan belajar selama Covid-19 di Sumsel.
"Ini sifatnya meringankan ya, namun tidak menjawab permasalahan yang ada selama pembelajaran daring, yang banyak hal lain harus juga dipertimbangkan," ujarnya saat diwawancarai via telpon, Rabu (23/9/2020).
Permasalahan lainnya yang sangat penting untuk menjadi perhatian seperti kompetensi guru yang tidak memadai selama belajar secara daring, jaringan atau sinyal yang masih sulit dijangkau di suatu daerah, tidak siapnya baik orang tua, anak dan pihak sekolah sekalipun dalam hal memantau pembelajaran anak secara daring, serta lain sebagainya.
"Ketika kuota internet ada, orang tua tidak siap untuk menggantikan guru dalam hal memantau belajar siswa di rumah, sedangkan guru juga kurang memiliki kompetensi dalam pembelajaran daring ini," ujarnya.
Perlu adanya kebijakan yang secara proaktif dari pemerintah agar sistem belajar siswa tidak terganggu dan berhenti karena pandemi Covid-19 saat ini.
"Jangan sampai sekali tidak belajar
Meskipun ada bantuan kuota tapi yang menjadi persoalan adalah masalah sistem pembelajaran, manajemen dan implementasinya" ujarnya.