Inilah Frekuensi Olahraga yang Cocok untuk Perempuan yang Ingin Hamil
Olahraga dipercaya bisa membantu mempersiapkan tubuh perempuan untuk pembuahan, dan terjadi kehamilan.
SRIPOKU.COM - Berolahraga bisa membawa banyak manfaat baik bagi ibu yang sedang hamil, dan juga jabang bayi di dalam kandungan.
Olahraga pun dipercaya bisa membantu mempersiapkan tubuh perempuan untuk pembuahan, dan terjadi kehamilan.
Para ahli dalam wadah American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), mengimbau perempuan yang sedang hamil atau pengin hamil, untuk lebih aktif secara fisik.
• Inilah 5 Cara Mencegah Stunting pada Anak: Memenuhi Kebutuhan Gizi Sejak Hamil
• Ramalan Bintang Kesehatan Rabu 16 September 2020: Sagitarius Disarankan Memenuhi Nutrisi dalam Tubuh
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Alasannya, olahraga teratur membuat tubuh lebih bugar dan siap memiliki bayi dengan mengencangkan otot termasuk otot jantung.
Otot jantung penting, karena harus memompa lebih banyak darah hingga 50 persennya untuk memasok si ibu hamil, dan yang sedang tumbuh.
Olahraga juga dapat mengurangi stres. Hal ini dibuktikan dengan banyak penelitian yang menyebut stres mengganggu upaya pembuahan terbaik.
Selain itu, olahraga teratur pun dapat membantu mempertahankan berat badan yang sehat.
Hal ini penting karena kehamilan bukanlah waktu untuk mencoba dan menurunkan berat badan.
Juga, kelebihan berat badan atau obesitas selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti diabetes gestasional dan preeklamsia.

Sebaiknya, rutinitas kebugaran sebelum hamil merupakan pilihan yang baik. Sehingga, ibu akan memiliki kebiasaan dan menjadi lebih mudah untuk mengumpulkan energi saat berolahraga lebih keras.
Bahkan, meskipun motivasi olahraga sulit didapat, ingatlah bahwa olahraga memberikan banyak manfaat ketika hamil.
Mulai dari mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan tingkat keparahan gejala kehamilan yang umum terjadi, seperti sakit punggung dan kembung, juga meningkatkan perkembangan otak dan kesehatan jantung bayi.
Bonus besar lainnya, tingkat kebugaran tinggi akan membantu memperlancar persalinan.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Frekuensi olahraga
Para pakar lintas lembaga mengatakan, perempuan yang sedang berusaha hamil atau sudah hamil dianjurkan melakukan olahraga moderat rutin selama 30 menit atau lebih dalam seminggu.
Ingatlah, bahwa tiga sesi olahraga 10 menit, sama dengan satu sesi olahraga 30 menit.
Selain olahraga aerobik, aktivitas fisik yang membuat jantung terpompa, seperti berkebun atau melakukan pekerjaan rumah tangga, juga baik untuk tubuh, dan mempersiapkan kehamilan.
Jangan khawatir akan berolahraga berlebih, karena kebanyakan dari permepuan tidak akan mendekati batas berlebih ketika ingin hamil maupun sudah hamil.
Namun, jika dia adalah atlet atau orang yang berolahraga rutin untuk kompetisi, ada kemungkinan dia bakal mencapai batas olahraga berlebih.

Update Sumsel Covid-19 Tgl 15 September 2020. (http://corona.sumselprov.go.id/)
Faktanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa olahraga intensitas tinggi per minggu dapat memperlambat waktu yang dibutuhkan untuk hamil.
Namun, hal itu mungkin saja disebabkan pelatihan intensif tanpa nutrisi memadai yang pada akhirnya menguras nutrisi penting untuk pembuahan bayi dari tubuh.
Olahraga berlebih juga meningkatkan kemungkinan memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) yang kurang, mengubah siklus menstruasi, bahkan menghentikan ovulasi.
Jadi, jika seorang perempuan ingin segera hamil dan tidak yakin apakah rutinitas olahraga terlalu berat atau tidak, sekarang adalah saat yang tepat untuk meminta saran kepada dokter.
Dokter mungkin juga akan menghubungkan pasiennya dengan ahli gizi untuk memastikan dia mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
(whattoexpect.com)
Penulis: Nabilla Tashandra
Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Frekuensi olahraga
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:
