Virus Corona di Sumsel
IDI Palembang Sarankan Pemkot Berlakukan Jam Malam dan PSBB, Ini Alasannya
Ketua IDI Cabang Palembang, Dr. dr. Zulkhair Ali, SpPD, KGH, FINASIM, mengusulkan diberlakukan jam malam.
Penulis: maya citra rosa | Editor: Yandi Triansyah
Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ketua IDI Cabang Palembang, Dr. dr. Zulkhair Ali, SpPD, KGH, FINASIM, mengusulkan diberlakukan jam malam.
"Kita memang harus kembali ke awal, di lapangan kita sama-sama tau, seharusnya sudah ada jam malam," ujarnya, Rabu (9/9/2020), saat menjadi narasumber diacara Sumsel Virtual Fest 2020, Sripoku.com dan Tribun Sumsel.
Faktanya kata dia, pada saat malam hari sudah penuh masyarakat yang makan bersama padahal risiko paling berat adalah saat makan bersama.
"Seperti di korea satu orang satu menularkan 50 orang, karena apa kita makan itu pasti membuka masker dan angka penularan sangat tinggi," ujarnya.
Idealnya pemerintah mengadakan kembali jam malam, ada PSBB lagi tapi juga harus mempertahankan agar kondisi ekonomi tidak anjlok.
"Sudah dari awal melakukan audiensi dengan pemerintah kota, diskusi untuk membahas masalah masyarakat," ujarnya.
dr. Zulkhair juga memaparkan kondisi pada bulan Juli 2020, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Palembang mencatat dari 2.227 orang dokter umum dan spesialis serta mahasiswa kedokteran, sebanyak 154 orang diantaranya terpapar Covid-19.
• Kasus Baru Covid-19 di Palembang Bertambah 16 Orang, Tertinggi di Kecamatan Sukarami
• Dua Tenaga Medis di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan Gugur dalam Perang Melawan Covid-19
Ketua IDI Cabang Palembang, Dr. dr. Zulkhair Ali, SpPD, KGH, FINASIM mengatakan dua orang diantara dokter yang terpapar telah meninggal dunia.
Bahkan beberapa rumah sakit sudah kesulitan mencari dokter, karena banyaknya dokter senior yang menarik diri untuk beristirahat di rumah saja.
Menurutnya, urusan intensif terkadang menjadi urusan belakang, dibandingkan dengan perlindungan diri terhadap potensi penularan covid-19.
"Kita tidak banyak berpikir tentang insentif, istirahat di rumah juga lebih baik," ujarnya.
Zulkhair juga menerangkan bahwa sejak awal kata new normal akan membuat masyarakat semakin bebas beraktivitas di luar rumah tanpa masker dan protokol kesehatan.
Setelah rumah sehat di Jakabaring ditutup, pasien dengan keluhan ringan hingga sedang juga mendatangi RSMH untuk dirawat.
Namun hal ini tidak memungkinkan karena RSMH hanya mempunyai lima ventilator yang dapat digunakan untuk pasien Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/nara-sumber-sumsel-virtual-fest-2020.jpg)