Breaking News:

Diduga Manfaatkan Fasilitas Saat Covid-19, Napi Rutan Prabumulih Video Call Jadi Polri & Peras Cewek

Doni menuturkan, narapidana tersebut bernama Fandi Ahmad yang merupakan narapidana kasus narkoba dengan vonis hukuman 9 tahun penjara.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/rere
Dirkrimsus Polda Sumsel didampingi Kabid Humas Polda Sumsel saat menggelar rilis di halaman Mapolda Sumsel 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Ditreskrimsus Polda Sumsel menggelar perkara dua tersangka pemerasan bermoduskan menjadi anggota Polri dan TNI, Kamis (3/9/2020).

Adapun keduanya berstatuskan narapidana, yang satu sedang ditahan di Rutan Prabumulih, satunya masih mendekam di Lapas Lubuklinggau.

Keduanya memeras korban dengan mengancam akan menyebar luaskan video seks yang sudah dimiliki kedua tersangka saat melakukan video call dengan korban.

Pasutri Jambret dari Sungai Lilin Muba Ini Keok Pasca Ditabrak Mobil Polisi Saat Mengendarai Motor

Menanggapi kasus itu, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Prabumulih, Reza Mediansyah Purnama Amd IP SH, melalui Kepala Pengamanan, Doni Mirasaputra SH, membenarkan adanya narapidana Rutan Prabumulih yang terjerat kasus penipuan perempuan dengan modus berpura-puta menjadi anggota polisi.

Doni menuturkan, narapidana tersebut bernama Fandi Ahmad yang merupakan narapidana kasus narkoba dengan vonis hukuman 9 tahun penjara.

Pasutri Jambret dari Sungai Lilin Muba Ini Keok Pasca Ditabrak Mobil Polisi Saat Mengendarai Motor

"Fandi Ahmad ini sudah menjalani hukuman selama 1 tahun di rutan Prabumulih," bebernya seraya mengatakan napi itu lalu diketahui melakukan penipuan seorang perempuan oleh Polda Sumsel.

Pria penghobi olahraga motor cross ini mengatakan, narapidana Fandi Ahmad diketahui melakukan aksi penipuan perempuan dengan cara video call dengan mengelundupkan handphone ke dalam rutan.

"Dulu pernah kita razia berhasil mengamankan handphone dari blok yang ada narapidana itu, lalu kemudian penipuan bisa video call mungkin selama pandemi Virus Corona ini," katanya.

Takut Ketahuan Sang Anak Baru Lahirkan Bayi Hasil Hubungan Gelap, Ibu Ini Kubur Bayinya Hidup-Hidup

Selama pandemi Virus Corona Rutan Kelas IIB Prabumulih menyediakan sarana dan prasarana video call untuk memfasilitasi antara narapidana dan keluarga berkomunikasi lantaran kebijakan pemerintah meniadakan jam besuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

"Untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona rutan menyiapkan sarana video call, mungkin saat itu dimanfaatkan narapidana Fandi Ahmad melakukan penipuan," bebernya.

Menurut Doni, pihaknya tidak hanya memfasilitasi narapidana serta keluarga atau pacar berkomunikasi dan tidak standby mengetahui apa isi percakapan para narapidana.

Program Kartu Prakerja Gelombang 7 Dibuka Hari Ini, Berikut Syarat dan Cara Pendaftarannya

"Kita tidak tau mereka menghubungi pacar mereka tau-tau melakukan penipuan, karena banyak narapidana memanfaatkan fasilitas komunikasi itu selama pandemi," bebernya.

Untuk Fandi sendiri kata Doni menggunakan foto-foto lama mengirim ke perempuan dan bermodus merupakan anggota Polri.

"Sebentar lagi yang bersangkutan itu menjalani persidangan, sudah lama kasusnya beberapa bulan lalu di tahun 2020 ini," tambahnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved