Dijatahi 35 GB Sebulan, Begini Cara Dapatkan Kuota Internet Gratis dari Kemendikbud untuk Pelajar

Dijatahi 35 GB per bulan selama 4 bulan kedepan, Begini Cara Dapatkan Kuota Internet Gratis dari Kemendikbud untuk Pelajar

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Fadhila Rahma
sripoku.com/leni
Ilustras Gambar :Seorang pelajar di OKU belajar secara daring. 

SRIPOKU.COM - Dimasa pandemi Virus Corona atau Covid-19 kegiatan belajar dilakukan dengan cara daring atau kegiatan belajar jarak jauh.

Adanya hal ini, pemerintah melalui Kemendikbud membagikan kuota internet gratis bagi para siswa, guru, mahasiswa, dan dosen.

Pemerintah menganggarkan dana senilai Rp 7,2 triliun untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.

Bantuan kuota internet gratis ini akan diberikan selama empat bulan mulai September hingga Desember 2020.

Ilustrasi Gambar : Seorang pelajar di OKU belajar secara daring.
Ilustrasi Gambar : Seorang pelajar di OKU belajar secara daring. (sripoku.com/leni)

Kuota akan dibagikan sesuai tingkatan pendidikan yang sedang ditempuh. Diantaranya untuk siswa akan mendapat kuota internet gratis sebesar 35 GB, sedangkan guru menerima 42 GB.

Sementara mahasiswa dan dosen juga mendapatkan kuota internet sebesar 50 GB per bulannya.

Melansir dari laman berita Tribunnews.com, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD-Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri menjelaskan, mengenai cara alokasi subsidi kuota internet.

Yakni peserta didik yang punya nomor ponsel kemudian didaftarkan oleh sekolah.

Ahmad Dhani Keceplosan Sebut Mulan Jameela Istri Ke-3, Andre Taulany Bingung tak Tahu Cerita: Waduh

60 Menit Bersama Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sumsel Hari Gerak Bhayangkari ke 68

Tak Dapat Harta Seperserpun, Kedekatan Fadel Islami ke Putri Muzdalifah Terungkap, Santai Begini!

Chord Lagu Alwiansyah - Aisyah Sahabat Yang Hilang, Kunci Gitarnya Mudah Dimainkan

Sekolah segera mengidentifikasi nomor telepon siswa dan guru, kemudian segera dimasukkan di data pokok pendidikan (dapodik).

"Nantinya, dari dapodik akan memilah setiap operator seluler misalnya dari A sampai Z. Setiap nomor, nanti akan diisi pulsa data internet," kata dia

Rencananya, awal September kuota internet itu akan sampai pada nomor telepon siswa dan guru. Namun, bagaimana jika anak tidak punya ponsel dan memakai nomor orang tuanya?

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng ini memberikan penjelasan, nomor yang didaftarkan boleh memakai nomor orang tuanya.

Tak hanya itu saja, jika nantinya masih ada siswa yang belum mendapatan subsidi kuota internet ini, maka masih ada tahapan berikutnya.

Artinya, siswa yang mengikuti PJJ semua akan mendapatkan kuota internet.

"Kami berharap, orang tua nantinya mau membimbing dan mengawasi anak-anaknya. Anak tidak boleh dibiarkan. Jadi kalau kuota habis untuk hal-hal lain diluar PJJ, ya bisa meminta kuota orang tuanya," jelas Jumeri.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt Dirjen Dikti) Kemendikbud Nizam di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020).
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt Dirjen Dikti) Kemendikbud Nizam di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). (Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi)

Dengan kata lain, Kemendikbud meminta agar setiap orang tua dapat membimbing putra dan putrinya dalam mengakses pembelajaran jarak jauh ini.

Sementara itu, kuota internet gratis sebesar 50GB untuk mahasiswa hanya akan diberikan kepada mahasiswa aktif.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam dikutip dari Kompas.com.

Ia memastikan, seluruh mahasiswa aktif yang melakukan pembelajaran daring akan mendapatkan bantuan pulsa dari pemerintah.

"Bantuan pulsa rencananya diberikan kepada semua mahasiswa aktif yang mengikuti pembelajaran daring," kata Nizam.

Terkait skema pemberian bantuan, syarat dan ketentuan untuk mahasiswa yang menerima bantuan tersebut, Nizam mengatakan sedang dipersiapkan petunjuk teknisnya (Juknis).

"Teknisnya sedang kami siapkan, juknisnya. Yang jelas, syaratnya mahasiswa aktif dan mau menerima bantuan pulsa," ujar dia.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved