Kenapa Sebagian Orang Tidak Memilih untuk Berpacaran?

Bagi kita yang berstatus lajang, kita dapat memenangkan 'permainan' itu jika berhasil menemukan jodoh dan menjalin hubungan.

Tayang:
Editor: Bejoroy
ISTIMEWA
Ilustrasi - Menurut survei yang dilakukan oleh Pew Research Center, 50 persen orang dengan status lajang atau single di AS saat ini tidak terlalu berniat untuk menjalin hubungan. 

SRIPOKU.COM - Dalam urusan asmara, ada anggapan umum bahwa menjadi lajang adalah bagian dari permainan.

Bagi kita yang berstatus lajang, kita dapat memenangkan "permainan" itu jika berhasil menemukan jodoh dan menjalin hubungan.

Namun rupanya, anggapan itu sedikit berubah. Orang masa kini lebih enggan berusaha untuk berkencan dengan lawan jenis. Apa sebabnya?

Ramalan Bintang Karier Kamis 27 Agustus 2020: Saat Ini Cancer Sebaiknya Jangan Tinggalkan Posisinya

Inilah Terapi Rahasia Tubuh Kencang Nenek Terseksi Gina Stewart

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Menurut survei yang dilakukan oleh Pew Research Center, 50 persen orang dengan status lajang atau single di AS saat ini tidak terlalu berniat untuk menjalin hubungan.

Rata-rata orang yang disurvei bahkan tidak memikirkan untuk pergi berkencan.

Sebanyak 50 persen orang mempunyai alasan mengapa mereka tidak ingin menjalin hubungan romantis.

Mereka mengaku mempunyai prioritas yang lebih penting saat ini, seperti fokus pada jenjang karier, dan ingin menikmati kehidupan lajang mereka.

Jika dibagi berdasarkan jenis kelamin, lebih banyak pria yang memikirkan kencan atau berpacaran dengan seseorang (63 persen), dibandingkan wanita (38 persen).

ilustrasi
https://covid19.go.id/p/berita/

Studi ini juga mengungkap, orang berstatus lajang tidak lagi mendapat banyak tekanan untuk mencari pasangan dari keluarga atau rekan sebaya mereka.

Bella DePaulo, PhD, menciptakan istilah "mental blanketing" yang mendefinisikan pemahaman seseorang yang berstatus lajang terkait hubungan.

Orang-orang yang lajang menganggap pernikahan sebagai tujuan perubahan di dalam hidup mereka.

"Hasil survei Pew Research Center menunjukkan banyak lajang yang tidak lagi merasakan tekanan dari masyarakat, seiring bertambahnya usia," tulis DePaulo di Psychology Today.

Ditambahkan DePaulo, orang yang mendapat tekanan dari masyarakat juga tidak memikirkan secara serius kapan mereka bisa berkencan.

Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

"Mereka juga tidak berniat mencari hubungan romantis dibandingkan orang-orang yang tidak mendapat tekanan."

Survei ini awalnya dilakukan pada Oktober 2019 lalu sebelum pandemi, sehingga bisa saja 50 persen orang yang disurvei saat ini mempunyai pandangan berbeda terkait hubungan asmara.

Karena setiap orang di seluruh dunia mengalami dampak psikologis akibat pandemi, tidak menutup kemungkinan jika orang-orang lebih membuka diri mereka untuk menemukan pasangan.

Namun, gagasan untuk pergi berkencan dan intim secara fisik dengan orang lain bisa menimbulkan dampak negatif, karena kita harus menjaga jarak fisik agar tidak terinfeksi Covid-19. (Menshealth)

Penulis: Gading Perkasa

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Mengapa Sebagian Orang Memilih untuk Tidak Berkencan?

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved