Inilah Risiko yang Terjadi Jika Kita Makan Saat Sedang Marah
Ketika kita makan saat marah, kesal dan cemas, itu akan berdampak pada keseluruhan sistem internal kita.
2. Memicu makan berlebih
Alasan lainnya adalah karena kita akan cenderung makan berlebih ketika sedang marah. Usus dan otak berkomunikasi satu sama lain sepanjang waktu. Tapi saat kita marah, komunikasi tersebut akan terhalang.
Otak tidak mendapat sinyal dari usus saat perut sudah kenyang. Jika kebiasaan ini terjadi terus menerus, kita mungkin saja mengalami kegemukan.
3. Penghalang usus
Alasan ketiga dan terpenting adalah penghalang usus, yang mencegah bakteri usus memasuki aliran darah, akan menjadi lemah.
Hal itu menyebabkan bakteri dengan mudah masuk ke aliran darah dan menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan, seperti kondisi autoimun, diare, dan radang usus besar.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Solusi
Makan ketika marah tidak baik untuk siapa saja, terutama orang-orang yang menderita komplikasi terkait perut.
Jika Anda merasa marah, luangkan waktu untuk menenangkan diri terlebih dahulu dan mengambil napas dalam-dalam.
Setelah suasana hati sudah membaik dan normal, baru lah Anda bisa makan.
Kunyah makanan secara tenang untuk menghindari masalah perut.
Luke juga menyarankan untuk tidak melakukan tugas-tugas berat setelah makan.
"Ketika kita makan, tekanan darah kita melonjak. Itulah mengapa kita disarankan untuk santai terlebih dahulu setelah makan serta menghindari olahraga dan mandi," ungkapnya. (timesofindia.indiatimes.com)
Penulis: Nabilla Tashandra
Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Risiko yang Terjadi Bila Kita Makan Saat Sedang Marah
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/makan-saat-sedang-marah.jpg)