Breaking News

Bermula dari Menstruasi Tak Lancar, 2 Kaki Perempuan Ini Diamputasi, Kesetiaan Suaminya Bikin Haru

Suaminya, Anang, mengatakan awal mula gejala muncul hingga kedua kaki istrinya diamputasi adalah sekitar setahun yang lalu.

Editor: Refly Permana
istimewa
Rhika yang kehilangan kedua kakinya pasca terpaksa diamputasi karena menderita suatu penyakit. 

SRIPOKU.COM - Sebagian besar perempuan mungkin merasakan siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak lancar.

Lantaran sudah sangat umum, mungkin saja hal tersebut tidak dianggap membahayakan sehingga para kaum hawa yang mengalaminya tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

Namun, alangkah baiknya tidak terlalu menganggap remeh hal tersebut lantaran ada seorang perempuan yang kedua kakinya diamputasi bermula dari gejala menstruasi yang tidak lancar.

Di Tengah Gosip Pernikahan Rizki DA dan Nadya Retak, Iis Dahlia dan Ridho Singgung Duda Keren, Duren

Rhika nama perempuan malang tersebut, warga Desa Blawi, Karangbinangun, Lamongan, Jawa Timur.

Suaminya, Anang, mengatakan awal mula gejala muncul hingga kedua kaki istrinya diamputasi adalah sekitar setahun yang lalu.

Siklus menstruasi Rhika ketika itu tak lancar. Hal tersebut dialami oleh istrinya selama tiga bulan.

Dari bentuk fisik, terlihat adanya penggumpalan darah di bagian jari-jari kaki Rhika.

3 Desa di Jirak Jaya Muba Gelar Rapid Tes & Hasilnya Non Reaktif, Tetap Ada Pesan dari Dinkes

"Awal gejalanya itu menstruasi enggak lancar (tidak teratur), kemudian saya bawa periksa ke rumah sakit di Lamongan kata dokternya istri saya mengalami penyumbatan pembuluh darah," ujar Anang.

Sang istri sempat dirujuk ke rumah sakit di Surabaya. Di sana, dokter menyarankan kaki Rhika diamputasi untuk mencegah kondisi yang lebih parah.

"Kaki kiri dulu, baru tiga bulan kemudian yang kanan. Terus diketahui, jika ada penyumbatan pembuluh darah itu di bagian perut, istri saya kena kanker ovarium," ujar dia.

Seorang Tukang Cukur di OKU Selatan Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai, Ada Ceceran Darah di Rumah

Dengan perasaan cintanya, Anang tetap mendampingi sang isti menjalani hari-harinya dengan tubuh tanpa kaki.

Sang istri yang diketahui juga mengidap kanker ovarium dan sempat mengalami stroke tersebut kini lebih banyak berada di tempat tidurnya.

Karena tak ingin jauh-jauh dengan Rhika, Anang yang pernah bekerja di Surabaya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya.

Ia pun memilih menjadi penjual tembakau sembari membantu pekerjaan orangtuanya di sawah.

"Sebab, istri saya tidak bisa ditinggal jauh-jauh makanya saya jualan tembakau," tutur Anang saat dihubungi, Senin (24/8/2020).

Pengurus Pemuda Pancasila Prabumulih Diamankan Polisi Saat Mendata Truk Besar yang Melintas di Kota

Sebagai penjual tembakau, penghasilan Anang tak menentu.

Kadang, ia hanya mendapatkan uang Rp 20.000 hingga Rp 30.000 setiap harinya.

Bahkan, Anang terpaksa menjual rumah untuk biaya pengobatan sang istri yang dicintainya itu.

"Rumah yang sempat kami beli di salah satu perumahan di Lamongan akhirnya saya jual dan kini saya sama istri ikut orangtua," tutur dia.

Meski menghadapi cobaan, Anang berusaha kuat demi istri yang dicintainya.

Download Lagu Bocah Viral Alwiansyah - Berbeza Kasta, Di Depan Orang Tuamu Kau Malukan Diriku

Anang menuturkan dengan penghasilannya yang tak seberapa, dirinya harus mengupayakan biaya pengobatan yang tak ditanggung oleh BPJS.

Rhika pun masih terus rutin berobat tiap dua minggu sekali.

Sedangkan untuk biaya kebutuhan sehari-hari, Anang hanya bergantung dari hasil penjualan tembakau di rumah orangtuanya.

Anang tak berhenti berharap, penyakit istrinya bisa disembuhkan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Cinta Anang Rawat Istri yang Dua Kakinya Diamputasi, Tinggalkan Pekerjaan dan Jadi Penjual Tembakau"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved