Advetorial

Bank Sumsel Babel Dukung Pengembangan dan Pemasaran Produk UKM Sumsel

Bank Sumsel Babel kian memantapkan langkah untuk mendukung pengembangan dan pemasaran produk Usaha Kecil

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Jati Purwanti
Bank Sumsel Babel kian memantapkan langkah untuk mendukung pengembangan dan pemasaran produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bank Sumsel Babel kian memantapkan langkah untuk mendukung pengembangan dan pemasaran produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumsel.

Bentuk dukungan tersebut yakni dengan penyediaan fasilitas sistem QR Code Indonesia Standard (QRIS) untuk memudahkan transaksi digital hingga memberikan akses permodalan.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin, mengatakan, sebagai bank daerah, Bank Sumsel Babel memiliki kewajiban untuk menjadi pihak yang turut membantu pengembangan UKM Sumsel.

"UKM di Sumsel ini potensinya besar. Kita sebagai bank milik daerah berkomitmen menjadikan UKM lokal bisa mendapatkan pasar yang lebih besar," katanya pada peresmian Kriya Sriwijaya, Rabu (13/8/2020).

Bank Sumsel Babel Terapakan Protokol Kesehatan di Era New Normal

 

Daftar Nasabah Bank Sumsel Babel Syariah Baturaja Pemenang Tabungan Kaffah, Umrah & Sepeda Polygon

Adapun UKM binaan Bank Sumsel Babel yang tersebar di wilayah kerja Sumsel dan Babel terdiri dari UKM kerajinan dan kuliner.

Disebutkan Achmad, di Kriya Sriwijaya terdapat fasilitas QRIS yang memudahkan transaksi non tunai.

Saat ini merchant QRIS dari Bank Sumsel Babel berjumlah 943 yang sebagian besarnya didominasi merchant kuliner dan UKM.

"Pengunjung tak perlu repot menggunakan uang tunai saat bertransaksi.

Hadirnya QRIS ini menjadikan transaksi menjadi efisien," jelas Achmad.

Kriya Sriwijaya merupakan gedung sebagai pusat pemasaran serta pusat kreativitas IKM dan UKM yang ada di Sumsel.

PAD Pemkab Muaraenim Bakal Dikelola Pakai QRIS Bank Sumsel Babel, Dukung Program Transaksi Cashless

 

Bank Sumsel Babel Salurkan Bantuan 13 Ekor Hewan Kurban di Hari Raya Idul Adha 2020

Selain itu Kriya Sriwijaya dijadikan sebagai destinasi wisata baru di Palembang.

Kriya Sriwijaya dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan di antaranya sebagai pusat edukasi dan pusat pengembangan produk kerajinan pengrajin di Bumi Sriwijaya.

Sebagai pusat edukasi, Kriya Sriwijaya memberikan kesempatan kepada masyarakat luas yang ingin mempelajari proses pembuatan berbagai kerajinan di Sumsel.

Sementara itu, sebagai pusat pengembangan, Kriya Sriwijaya akan menjadi etalase dan dan mempromosikan produk kerajinan dari berbagai kota dan kabupaten di Sumsel sehingga dapat dikenal dan dinikmati masyarakat luas.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan, dengan dibukanya Kriya Sriwijaya ini menunjukkan banyaknya potensi IKM dan UKM di Sumsel dalam menghasilkan produk kerajinan.

Bank Sumsel Babel kian memantapkan langkah untuk mendukung pengembangan dan pemasaran produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumsel.
Bank Sumsel Babel kian memantapkan langkah untuk mendukung pengembangan dan pemasaran produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumsel. (SRIPOKU.COM / Jati Purwanti)

Selama ini masyarakat hanya mengenal produk jadi kerajinan tanpa mengetahui proses pembuatannya.

Menurut Deru, produk kerajinan yang merupakan salah satu kearifan lokal tidak boleh kalah dengan kemajuan zaman.

"Jangan pula tergerus dengan modernisasi, yang modern monggo jalan tapi yang ini tidak boleh tertinggal karena ini adalah nilai-nilai kearifan lokal Sumsel," jelas Deru.

Provinsi Sumsel yang terdiri 17 kabupaten kota, 3500 desa 200 marga tentunya memiliki budaya dan adat yang ciri khas dalam kreativitas yang dituangkan dalam produk kerajinan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved