Almarhum Satia Bagdja Eks Pelatih Timnas di Mata Coach Muba Babel United Bambang Nurdiansyah
Berikut ini cerita Coach Muba Babel United Bambang Nurdiansyah dengan meninggalnya Mantan Pelatih Timnas Indonesia Satia Bagdja
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Head Coach Muba Babel United Bambang Nurdiansyah menyatakan dunia persepakbolaan harus mengakui kehilangan pelatih fisik senior atas meninggalnya Satia Bagdja yang juga eks pelatih Timnas Indonesia putri, Senin (3/8/2020) malam WIB.
Sebagai salah satu komite eksekutif (Exco) Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI), Bambang Nurdiansyah mengaku cukup dekat mengenal eks pelatih Timnas Indonesia putri Satia Bagdja yang sempat menjadi Pelatih Fisik Sriwijaya FC (SFC) di era 2008-2010 alias asistennya coach Rahmad Darmawan.
"Dengat Satya saya dekat. eks pelatih Timnas Indonesia putri Satia Bagdja seniornya Rahmad Darmawan di Kampus UNJ."
"Orangnya baik sangat akademis beliau seorang yang taat beribadah, haji."
"Intinya keberadaan beliau semasa hidup membantu persepakbola, Psical trainner, dosen S2, banyak ilmu yang kita dapat khususnya di aspek fisik," ungkap coach Muba Babel United, Bambang Nurdiansyah.
• Jelang Liga 2 Indonesia Bergulir, Sriwijaya FC Datangkan Striker Baru, Ini Kata Rudiyana
• Peringatan Dini BMKG Besok, Rabu 5 Agustus 2020, Ada 5 Wilayah Ini Yang Berpotensi Hujan Lebat
• Sosok Pengganti Marc Marquez di MotoGP Ceko, Yamaha Lebih PD Dengan Valentino Rossi
Pria yang akrab disapa Coach Banur yang usianya hampir 60 tahun ini mengaku sering bertemu dengan Satia Bagdja yang sama sama selaku instruktur.
"Beliau ngajar di kampusnya. Pas event kepelatihan. Seminar, refresh. Tapi belum pernah menagani tim yang sama," kata Bambang Nurdiansyah.
Menurut pelatih senior kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 28 Desember 1960 pernah menjadi pelatih Timnas Sepakbola putri pada Asian Games 2019.
"Timnas Putri Asian Games dia head coachnya di Palembang. Kita merasa kehilangan. Di aspek fisik kita sebetulnya perlu seperti beliau. Mudah-mudahan junior beliau bisa meneruskan. Expert di bidangnya," beber mantan striker 1985–1986 Tim Krama Yudha Tiga Berlian era Galatama.
Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, melalui pesan aplikasi WhatsApp.
Tak hanya Kurniawan Dwi Yulianto, kabar meninggalnya Satia Bagdja juga disampaikan oleh Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri, akun resmi PSSI, dan juga pengamat sepakbola nasional, Akmal Marhali.
Mantan partner Satia Bagdja di SFC Rahmad Darmawan juga mengucapkan kalimat duka cita.
“Innalilahi Wainailahi Rojiun, Insya Allah husnul khotimah. Selamat jalan kakak, rekan kerja, keluarga kami coach Satia Bagdja,” tulis Rahmad Darmawan di akun sosialnya.
Sebelum meninggal dunia, Satia Bagdja bersama Rahmad Darmawan menjadi kunci sukses meraih gelar double winner 2007. Dia juga dikenal sebagai sosok pelatih sepakbola nasional. Dirinya pernah memimpin Timnas Idonesia Putri di ajang Asian Games 2018 dan juga Piala AFF Wanita pada bulan Juni hingga Juli 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/bambang-nurdiansyah-222.jpg)