Breaking News:

Perjalanan Edo Youtuber Asal Palembang yang Ditangkap karena Video Prank Daging Kurban Isinya Sampah

Pemilik channel YouTube bernama Edo Putra Oficial tersebut ditetapkan tersangka bersama seorang rekannya bernama Diky Firdaus.

sripoku.com/andyka wijaya
Dua Yotuber asal Palembang ditetapkan tersangka video prank pembagian daging kurban. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Polrestabes Palembang menetapkan Edo Putra sebagai salah satu tersangka video prank pembagian hewan kurban berisikan sampah.

Pemilik channel YouTube bernama Edo Putra Oficial tersebut ditetapkan tersangka bersama seorang rekannya bernama Diky Firdaus.

Edo, yang dihadirkan dalam gelar perkara di Polrestabes Palembang Senin (4/8/2020) diketahui sudah satu tahun menggeluti profesi sebagai seorangh Youtuber.

Pelan-pelan, Tali Rem Tangan Mobil Juga Bisa Putus

YouTuber konten prank daging kurban isi sampah, Edo Putra dan rekannya Diky Firdaus hanya tertunduk saat dipaparkan di Mapolrestabes Palembang.

Kedua pemuda yang telah ditetapkan menjadi tersangka ini mengakui perbuatannya dan mengungkapkan penyesalan.

"Saya dan teman saya yang punya ide prank itu. Kami menyesal," kata Edo saat dipaparkan polisi di hadapan awak media, Senin (3/8/2020).

Menurut pemuda 24 tahun ini, video prank daging kurban berisi sampah dibuat beberapa hari diupload pada 31 Juli lalu.

Ledakan di Mako Brimob Polda Sumsel, Ternyata dari Gudang Logistik Milik Gegana, Sisa Kembang Api

Edo mengaku telah satu tahun lebih menjadi YouTuber dengan nama akun akun Edo Putra Official.

"Sejak awal 2019 jadi YouTuber," kata Edo sambil tertunduk.

Saat ini, channel YouTube Edo Putra Official telah mendapat 11 ribu pengikut.

Dengan pengikut sebanyak itu, Edo mengaku telah meraup jutaan rupiah setiap bulannya.

"Penghasilan dari YouTube sekarang Rp 5 juta perbulan," ungkap Edo.

Objek Wisata di Empat Lawang, Air Terjun Sanghe di Desa Terusan Baru yang akan Dilengkapi Fasilitas

Selain kedua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua unit ponsel pintar yang diduga digunakan kedua tersangka untuk merekam dan mengunggah video prank.

"Kedua tersangka melanggar Pasal 14 Ayat 1 dan 2 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 27 Ayat 1 Junto Pasal 45 Ayat 1 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Keduanya terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun," kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved