UFC

Dulu Pensiun karena Baper, Kini Alexander Gustafsson Ingin Bertahan Lama di UFC

Jon Jones, yang sampai sekarang sering disebut Presiden UFC, Dana White, sebagai GOAT alias petarung terbaik sepanjang masa, dibuat kelabakan

Editor: Adrian Yunus
WALLPAPERCAVE
Petarung UFC, Alexander Gustafsson. 

SRIPOKU.COM - Petarung UFC asal Swedia, Alexander Gustafsson, mengaku dulu memutuskan pensiun karena baper. Tetapi, sekarang dia kembali untuk bertahan lama di UFC.

Alexander Gustafsson dikenal sebagai petarung yang pernah bikin Jon Jones hampir kalah sekitar tujuh tahun yang lalu.

Jon Jones, yang sampai sekarang sering disebut Presiden UFC, Dana White, sebagai GOAT alias petarung terbaik sepanjang masa, dibuat kelabakan oleh Alexander Gustafsson pada UFC 165, 21 September 2013.

Mengalami take down pertama kali sepanjang karier, Jones juga dibuat luka parah oleh Gustafsson walaupun akhirnya menang angka.

Mantan Juara Dunia Roy Jones Bakal Tanding Lawan Mike Tyson 8 Ronde

Musim Depan, Legenda Perancis Zinedine Zidane Masih Menjadi Nakhoda Real Madrid

Pelatih Napoli Gennaro Gattuso Merasa Terlalu Dini untuk Memikirkan Barcelona

Usai pertarungan perebutan sabuk juara kelas berat ringan itu, Jones mengaku bahwa duel tersebut adalah yang terberat selama kariernya.

Namun, Gustafsson kemudian memutuskan pensiun usai kalah dalam pertarungannya menghadapi Anthony Smith pada 1 Juni 2019.

Sekarang petarung berusia 33 tahun siap kembali dan akan melakoni comeback-nya dalam duel kelas berat melawan Fabricio Werdum di UFC on ESPN 14 pada 25 Juli mendatang.

Dalam jumpa pers menjelang UFC on ESPN 14, Gustafsson mengaku dulu memutuskan pensiun hanya karena baper alias terbawa perasaan.

Kekalahan dari Anthony Smith terjadi di depan pendukung sendiri di Stockholm, Swedia.

Hasil itu juga merupakan kekalahan kedua Gustafsson secara beruntun.

Gustafsson menyikapi hasil itu secara emosional dan langsung memutuskan pensiun.

"Itu momen emosional, tidak ada alasan lain," kata Gustafsson seperti dikutip Juara.net dari MMA Fighting.

"Saya hanya patah hati. Pertarungan itu digelar di Swedia. Saya tahu punya kemampuan untuk mengalahkan Smith, tetapi ternyata tidak berhasil," lanjutnya.

"Itu malam yang berat dan emosi mengalahkan diri saya. Kepala saya dibuat kacau."

"Hanya satu-dua bulan setelah pertarungan itu, saya tahu saya akan kembali dan bertarung lagi," ujar petarung berjulukan The Mauler ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved