Berita Prabumulih

WALI Murid di Prabumulih Keluhkan Sekolah yang Masih Pungut Uang Makan dan Antar Jemput

Para orang tua atau wali murid yang anaknya sekolah di sejumlah sekolah swasta, sejak beberapa waktu lalu mengeluh.

Editor: Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Para orang tua atau wali murid yang anaknya sekolah di sejumlah sekolah swasta, sejak beberapa waktu lalu mengeluh.

Penyebabnya, meski sejak beberapa bulan lalu hingga saat ini anak-anak tidak sekolah alias belajar dirumah akibat pandemi Covid 19, namun sejumlah sekolah masih melakukan pungutan uang makan dan transpor.

"Anak kita sejak beberapa bulan lalu tak sekolah karena anjuran pemerintah selama corona belajar dirumah, tapi malah bayaran sekolah tidak ada pengurangan," kata Ani, satu diantara orang tua siswa ketika dibincangi, Senin (20/7/2020).

Ani mengatakan, anaknya yang masih sekolah dasar semestinya tidak lagi membayar uang makan dan uang transport antar jemput, namun malah tetap dipungut oleh pihak sekolah.

"Padahal kalau tidak sekolah maka anak kita tidak makan dan tidak ada lagi antar jemput, semestinya ada pengurangan," bebernya.

Hal yang sama disampaikan Ari, orang tua siswa lainnya kepada wartawan.

Menurut Ari, semestinya tidak hanya uang makan dan uang antar jemput namun uang bayaran daftar ulang maupun SPP hendaknya dilurangi selama pandemi.

"Salama pandemi beberapa bulan ini masyarakat banyak terpengaruh ekonominya, jangankan bayar uang makan anak dan uang antar jemput, uang SPP dan daftar ulang saja semestinya dikurangi apalagi sistem daring ini banyak perlu duit untuk beli pulsa. Apalagi bagi keluarga yang tidak ada android perlu beli, harapan kita pemerintah mengimbau sekolah-sekolah jangan melakukan pungutan dan bahkan melakukan pengurangan," bebernya.

Menanggapi hal itu Ketua DPRD Prabumulih, Sutarno SE mengimbau dinas pendidikan agar menyampaikan ke sekolah-sekolah agar tidak melakukan pungutan terhadap kegiatan yang tidak dilakukan.

"Kita juga imbau sekolah-sekolah agar tidak melakukan itu, bahkan jika perlu ada kebijakan dikurangi bukan malah membebani masyarakat atau para orang tua murid," katanya.

Sutarno menuturkan, terkait hal itu pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan kota Prabumulih sehingga apa yang menjadi keluhan para orang tua tersebut tidak terjadi lagi.

"Kita sama tahu masyarakat mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi virus corona ini, jangan sampai malah memberatkan, kalau ada yang bisa dipangkas apalagi kegiatan itu tidak dilakukan ya dipangkas," harapnya seraya mengatakan penerapan sistem daring saja masih banyak keluarga yang tidak bisa melakukan karena keterbatasan ekonomi.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Prabumulih, Kusron ketika dihubungi melalui telpon tidak mengangkat dan memberikan jawaban.(eds/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved