Breaking News:

PENDUDUK Miskin di Sumsel Bertambah, Naik 0,10 Persen Mencapai 1.081,58 Orang pada Maret 2020

Jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumsel pada Bulan Maret 2020 lalu, naik mencapai 1.081,58 ribu orang atau 12,66 persen dari jumlah penduduk.

Penulis: maya citra rosa | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Potret keluarga miskin di wilayah Sumsel yang luput dari perhatian pemerintah. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumsel pada Bulan Maret 2020 lalu, naik mencapai 1.081,58 ribu orang atau 12,66 persen dari jumlah penduduk.

Balai Statistik Pusat (BPS) Provinsi Sumsel kembali merilis Profil Kemiskinan Sumatera Selatan Maret 2020, Rabu (15/7/2020).

Kepala BPS sumsel, Endang Tri Wahyuningsih menjelaskan jumlah penduduk miskin tersebut bertambah sebesar 14,42 ribu orang, dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang sebesar 1.067,16 ribu orang.

"Pertambahan tersebut mencapai naik 0,10 persen poin dari 12,56 persen," ujarnya.

Dibandingkan keadaan Maret 2019 jumlah penduduk miskin naik sebanyak 7,84 ribu dari 1.073,74 ribu orang, tetapi persentasinya turun sebesar 0,05 persen poin dari 12,71 persen.

Selain itu, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan naik menjadi 12,16 persen pada Maret 2020, dari sebelumnya pada Maret 2019 sebesar 12,19 persen.

Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 13,02 persen pada Maret 2019 menjadi 12,93 persen pada September 2019 dan naik menjadi 12,96 persen pada Maret 2020.

Peranan kelompok makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan kelompok bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.

"Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap Garis Kemiskinan (GK) Maret 2020 tercatat sebesar 74,49 persen," ujarnya.

Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan kondisi September 2019 yang sebesar 74,71 persen dan 74,56 persen kondisi Maret 2019.

Komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap Garis Kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di perdesaan, diantaranya adalah beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, mie instan, gula pasir, roti, kopi bubuk & kopi instan (sachet), cabe merah, bawang merah.

Sedangkan komoditas bukan makanan adalah perumahan, listrik, bensin, pendidikan, perlengkapan mandi dan kesehatan.

"Pada periode September 2019 - Maret 2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) sama-sama mengalami penurunan," tuturnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved