Breaking News

PSBB Dan Kepentingan Ekonomi

Normal Baru, PSBB Dan Kepentingan Ekonomi

Para peneliti dan ahli kesehatan memprediksi pandemi virus corona akan berakhir pada ta­hun 2021 sampai ditemukannya vaksin

Editor: Salman Rasyidin
ist
Amidi SE 

Oleh. Amidi SE

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang dan Pengamat Ekonomi Sumatera Selatan

Para peneliti dan ahli kesehatan memprediksi pandemi virus corona akan berakhir pada ta­hun 2021 sampai ditemukannya vaksin bahkan berdasarkan informasi yang berkembang bah­­wa Badan Kesahatan Dunia (WHO) memprediksi virus corona akan berlangsung relatif la­ma.

Sehingga, ada yang menjendralisir bahwa kita hidup akan berdampingan dengan pe­nya­kit yang satu ini.

Dengan hadirnya penyakit ini, kini tatanan kehidupan berbangsa, dan beragama yang sudah ter­bentuk selama ini telah terusik.

Masyarakat negeri ini yang terkenal ramah dan mudah ber­ga­ul menjadi luntur.

Kini masyarakat harus menjaga jarak (physical distancing), tidak boleh ber­salaman, dan dilarang berkumpul (bersosial).

Kemudian masyarakat juga dihimbau harus memakai masker, sering mencuci tangan, mem­bi­a­­sa­kan pola hidup bersih dan agar bekerja dan beribadah dari rumah.

Pemerintah, swasta dan media massa terus melakukan himbauan, bujukan moral (moral suasion) agar masya­ra­kat men­jalankan langkah-langkah tersebut.

Untuk lebih memacu kesadaran masyarakat agar benar-benar mengindahkan himbauan peme­rin­tah tersebut, pemerintah melalui tim gugus tugas covid-19 terus gencar memberi informasi dan himbauan termasuk mengedukasi publik dengan menambah satu (1) personil, dr. Reisa Bro­to Asmoro seorang dokter yang cantik dan energik.

Hadirnya dokter Reisa tersebut diha­rap­kan dapat mengundang daya tarik tersendiri bagi publik untuk senantiasa memperhatikan dan mendengar serta menyimak informasi dan himbauan mereka sampaikan.

New Normal.

Memang prilaku seperti ini membuat masyarakat risi, karena tidak terbiasa, bayangkan jika se­lama ini kita terbiasa bersilaturrahmi, berjabat tangan, kesana kemari bebas tidak perlu me­ma­kai masker dan tidak perlu menjaga jarak serta beribadah di rumah/di tempat ibadah.

 Eh, tiba-tiba semenjak hadirnya virus corona tersebut masyarakat tidak dapat melakukannya la­gi, masyarakat harus melaksanakan protokol kesehatan.

Kondisi ini sudah berlangsung be­be­ra­pa bulan dan diperkirakan akan berlangsung lama, sehingga masyarakat saat ini sudah mu­lai ter­bi­asa menjalankan protokol kesehatan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved