Virus Corona

PSBB di Tangerang Diperpanjang, Padahal Rt Covid-19 Berada di Angka 1, Begini Respon Walikota

Grafik Rt di Kota Tangerang sudah menunjukan angka 1 dengan insiden kasus rata-rata 2 orang per hari.

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
Shutterstock
Ilustrasi virus corona, gejala virus corona(Shutterstock) 

SRIPOKU.COM, TANGERANG -- Grafik Rt di Kota Tangerang sudah menunjukan angka 1 dengan insiden kasus rata-rata 2 orang per hari.

Data Rt Rt (effective reproduction number) atau angka penambahan kasus yang terjadi setelah berbagai intervensi di Kota Tangerang yang sudah di berada di angka 1.

Jika angka Rt satu, itu artinya satu orang yang positif Covid-19 berpeluang untuk menularkan virus corona SARS-CoV-2 yang menjadi penyakit itu ke satu orang lainya.

BREAKING NEWS : Rumah Susun Blok 46 Kelurahan 26 Ilir Palembang Terbakar

 

Video Mobil Alphard Via Vallen Dibakar, Hangus Tinggalkan Kerangka, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi

Meski angka Rt 1 namun Kota Tangerang menjadi satu dari tiga wilayah di Provinsi Banten yang harus kembali menjalani pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Perpanjangan PSBB tersebut diputuskan Gubernur Banten Wahidin Halim dengan pertimbangan agar masyarakat terbiasa dengan protokol kesehatan sehari-hari.

Namun ada alasan lain yang melatarbelakangi Kota Tangerang harus mengikuti Surat Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.171-Huk/2020 tentang perpanjangan tahap kelima PSBB di wilayah Kabupaten Tengerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan itu.

Pernah Sesumbar tak Masalah Punya Pacar Kere, Pabrik Uang Nikita Mirzani Terungkap, Pantes Tajir!

 

Ramalan Bintang Selasa 30 Juni 2020: Gemini Berada dalam Suasana Hati Mengejar Banyak Keinginan

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, sebenarnya Kota Tangerang sudah bisa dibilang mampu mengendalikan laju penularan Covid-19 di wilayahnya.

Jika angka Rt di bawah satu, katakan di angka 0,5 misalnya, peluang penyakit itu menular ke orang lainnya jadi rendah.

Arief mengirimkan data per 27 Juni atau satu hari sebelum penutupan PSBB tahap empat di Kota Tangerang.

Dia kurang sepakat jika PSBB kembali diberlakukan.

Arief sempat membicarakan istilah baru agar masyarakat mulai beraktivitas dengan cara kebiasaan baru.

"Nggak diberhentikan (PSBB) sebenarnya, kita secara berproses tadinya kita usulkan Kota Tangerang itu (memiliki istilah) 'aman bersama', kan kita sudah buat aplikasi aman bersama, agar masyarakat berangsur-angsur dalam tataran new normal," kata dia, Senin, seperti dikutip dari Kompas.com.

Inilah 7 Alasan Kenapa Orang Sulit Berhenti Merokok: Rokok atau Tembakau Bersifat Adiktif

 

Alarm Di Telapak Kaki, Panas dan Nyeri, Diduga Ada Kaitannya dengan Penyakit Tertentu

Minta Rt di Angka Nol

Gubernur Banten ternyata tak puas dengan angka 1 yang disebut pakar epidemiologi Universitas Gadjah Mada Dr BAyu Satria Wirata sebagai capaian wabah sudah bisa dikontrol.

"Nah, harapannya Rt itu ada di kisaran 1 atau di bawah 1 yang artinya wabah terkontrol," ujar Bayu saat dihubungi Kompas.com, 5 Juni 2020.

Wahidin Halim meminta agar Rt di wilayah Tangerang Raya yang saat ini melaksanakan PSBB bisa mencapai Rt di angka nol.

Arief menilai itu sulit untuk dicapai selama vaksin Covid-19 belum ditemukan.

"Pak Gubernur pengen Rt-nya 0. Ya kan enggak mungkin enggak ada (kasus Covid-19), selama vaksinnya belum ada kan nggak bisa.

Tapi ya kita anggap tujuannya baik aja masyarakat dengan adanya PSBB ini tetap disiplin dan waspada," kata dia.

Saat ini kasus Covid-19 di Kota Tangerang tercatat 467 kasus.
Menurut covid19.tangerangkota.go.id, terdapat satu penambahan kasus baru hari Senin kemarin.

Dulu Ikhlas Antar Suami Nikah Lagi, Kini Sosok Nengmas Disorot, Istri Abah Cijeungjing Jadi YouTuber

 

Terungkap Sosok Pemasok Narkoba yang Dipakai Artis FTV Ridho Ilahi, Ternyata Seorang di Balik Layar?

Dengan adanya penambahan kasus tersebut, total kasus positif Covid-19 terkonfirmasi di Kota Tangerang menjadi 467 kasus.
Dari 467 kasus tersebut sebanyak 32 pasien dinyatakan meninggal dunia, 70 masih dalam perawatan dan sisanya 365 pasien dinyatakan sembuh.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 1.150 kasus, orang dalam pemantauan (ODP) 2.829 kasus, dan orang tanpa gejala (OTG) 1.337 kasus.

Kota Tangerang sendiri masih tercatat sebagai wilayah di Provinsi Banten dengan kasus Covid-19 tertinggi, disusul Kota Tangerang Selatan dengan 402 kasus.

Kabupaten Tangerang berada di posisi ketiga kasus tertinggi dengan 289 kasus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Angka Rt Covid-19 Kota Tangerang 1, Mengapa Masih PSBB?", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved