Dengar Cucunya Dikeroyok Membabi Buta Hingga Viral di Medsos, Nenek: Sungguh Kejam, Cucu saya Trauma

Remaja yang tinggal bersama neneknya di kawasan Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus tersebut tak bisa bermain bebas atau sekadar keluar rumah

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Remaja putri berusia 12 tahun ini menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok remaja di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Gandus pada 17 Juni lalu.

Meski peristiwa itu sudah beberapa hari lalu terjadi, ditambah sudah pula dilaporkan ke Polrestabes Palembang, tetap saja masih membuat korban sampai saat ini trauma.

Remaja yang tinggal bersama neneknya di kawasan Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus tersebut tak bisa bermain bebas atau sekadar keluar rumah, karena teringat saat-saat ia menjadi korban perundungan dan penganiayaan.

Berubah Drastis, Dulu Tinggal di Gubuk Tua Nyaris Roboh, Penampakan Istana Pedangdut Ini Disoroti!

Dikatakan nenek korban, My, ia sangat terpukul saat mengetahui cucunya menjadi korban penganiayaan.

Peristiwa seminggu lalu itu belum bisa hilang dari ingatan My karena ia selama ini merupakan orangtua tunggal.

My mengatakan, ia hidup bersama dengan korban sejak gadis 12 tahun masih bayi.

"Dia (korban) ini sudah sama saya sejak umurnya baru 40 hari," kata My, saat ditemui di kediamannya di Gandus, Kamis (25/6/2020).

Itu lantaran ayah korban yang merupakan putra My, meninggal dunia saat korban masih kecil.

Sementara sang ibu pergi entah ke mana setelah ayah korban meninggal dunia.

"Ibunya pergi, mungkin sudah nikah lagi. Entahlah," kata My.

Halaman
123
Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved