Ekspor Sumsel Mei 2020 Turun 16,9 Persen Dibanding April 2020, Impor Turun 3,02 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat nilai ekspor Sumsel mencatat nilai ekspor Sumsel turun 16,90

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi dollar AS 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat nilai ekspor Sumsel mencatat nilai ekspor Sumsel turun 16,90 persen atau 240,84 juta dollar Amerika Serikat dibanding bulan April.

Kepala BPS Sumsel, Endang Triwahyu Ningsih, mengatakan nilai ekspor Sumatera Selatan bulan Mei 2020 sebesar US$ 240,84 juta terdiri dari ekspor migas sebesar US$ 9,98 juta dan US$ 230,86 juta merupakan hasil ekspor komoditi non migas.

Tiongkok, Amerika Serikat, dan Malaysia menjadi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan pada periode Januari - Mei 2020, masing-masing mencapai US$ 440,15 juta, US$ 141,11 juta dan US$ 130,64 juta, dengan peranan ketiganya mencapai 49,58 persen dari total ekspor periode Januari - Mei 2020.

Seorang Warga Sumatera Utara Larikan Mobil Kenalannya di Prabumulih, Polisi Jemput ke Medan

"Nilai ekspor anjlok karena permintaan pasar dunia sehingga juga berdampak pada nilai ekspor Sumsel yang ikut turun," ujar Endang, Senin (15/6/2020).

Turunnya nilai ekspor nonmigas bulan Mei 2020 dibandingkan bulan sebelumnya disebabkan oleh menurunnya nilai ekspor beberapa komoditi utama yaitu karet, batubara, minyak kelapa sawit dan fraksinya, pupuk urea, kertas tisu dan bungkil dan residu.

Sedangkan komoditi utama lainnya yaitu bubur kayu, produk farmasi obat-obatan, dan amonia anhidrat mengalami peningkatan nilai ekspor

Endang mengatakan selain ekspor turun, nilai impor juga turun.

Nilai impor Sumatera Selatan Mei 2020 sebesar US$ 57,95 juta atau turun sebesar 3,02 persen jika dibandingkan Impor bulan April 2020.

Impor Provinsi Sumatera Selatan bulan Mei 2020 sebesar US$ 57,95 juta terdiri dari impor migas sebesar US$ 405,35 ribu dan nonmigas sebesar US$ 57,55 juta.

Ada Pengalaman Inspiratif, Berikut Kisah Striker Liverpool Mohamed Salah Demi Main Sepak Bola

Negara asal impor terbesar periode Januari - Meil 2020 yaitu Tiongkok dengan nilai impor sebesar US$ 155,10 juta, diikuti Malaysia dengan nilai impor US$ 23,29 juta dan Vietnam dengan nilai impor mencapai US$ 11,17 juta.

Turunnya nilai impor bulan Mei 2020 sebesar 3,02 persen dibanding April 2020 dikarenakan turunnya nilai impor nomigas sebesar 0,78 persen dan nilai impor migas turun sebesar 76,90 persen.

Nilai impor Sumatera Selatan periode Januari - Mei 2020 sebesar US$ 259,57 juta naik sebesar 27,93 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 (Januari - Mei 2019), peningkatan terjadi pada impor nonmigas sebesar US$ 56,01 juta atau 28,60 persen dan impor migas mengalami peningkatan sebesar US$ 666,87 ribu atau 9,46 persen.

"Nilai impor Sumsel di periode yang sama naik baik dari sektor migas dan non migas," tutup Endang.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved