Disdik Palembang Panggil SD yang Pasang Pengumuman Masuk Sekolah 15 Juni dengan Sistem Ganjil Genap

Dinas Pendidikan Palembang menyatakan bahwa pengumumun yang dibuat salah satu SD di Kalidoni tidaklah benar.

SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
SUASANA belajar mengajar siswa-siswi MIN 1 Palembang beberapa waktu lalu jauh sebelum wabah covid-19. Saat ini, kegiatan belajar masih tetap di rumah menggunakan sistem E-Learning (Daring) dan belum ada ketentuan kapan akan kembali masuk sekokah. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Adanya pengumuman masuk sekolah kembali pada 15 Juni dan menggunakan sistem absen ganjil dan genap di salah satu SD di Kecamatan Kalidoni, Dinas Pendidikan Palembang menyatakan bahwa pengumumun tersebut tidaklah benar.

Pengumuman yang dipasang ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran dari para wali murid, sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Palembang Ahmad Zulinto pun belum mengeluarkan kembali surat edaran terkait kapan murid bisa belajar kembali di sekolah.

Kepala bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Bahrin, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menginstruksikan SD di Palembang untuk melakukan pembelajaran di sekolah atau tatap muka.

Polsek Ulu Ogan Salurkan 40 Paket Sembako dari BRI Baturaja, Isinya Beras, Gandum, dan Minyak Tanah

"Apalagi pakai sistem absen ganjil dan genap dimana murid yang memiliki nomor urut absen ganjil masuk pada Senin, Rabu, Jumat sedangkan nomor urut absen genap masuk pada Selasa, Kamis dan Sabtu semuanya itu tidak benar," katanya saat dihubungi via telepon, Kamis (11/6/2020).

Saat ini pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah belum bisa dilaksanakan sampai pihaknya menunggu batas waktu yang belum bisa ditentukan.

"Mengingat wabah Covid-19 di Sumatera Selatan khususnya di Palembang kian parah, maka dari itu kami masih memberi libur kepada murid dan mereka wajib melaksanakan belajar dalam jaringan (daring) di rumah," jelasnya.

Murid masih tetap melaksanakan pembelajaran melalui jaringan, begitu juga dalam mengambil penilaian pada akhir semester juga dilaksanakan melalui daring.

"Kalau ada sekolah yang melaksanakan KBM disaat seperti ini ya jelas menyalahi aturan yang telah ditetapkan," katanya.

Korban Kecelakaan di Jalan Mayjen Yusuf Singadekane Palembang Masih Lajang, Seorang Karyawan Swasta

"Mengenai pengumuman yang dipasang oleh salah satu SD di wikayah Kalidoni, kami sudah memanggil kepala sekolahnya agar bisa datang langsung ke Dinas Pendidikan Palembang untuk kami mintai keterangan mengenai hal tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Palembang Ahmad Zulinto mengatakan sebelumnya bahwa pihaknya belum bisa menentukan kapan masuk sekolah kembali bagi murid PAUD-SMP.

"Kami sudah melakukan diskusi dengan IDI dan IDAI, menimbang bahwa anak anak sangat rentan terkena Covid-19. Ini dibuktikan sudah ada yang meninggal, bahkan yang terpapar pun banyak," katanya

Artinya dalam kondisi apapun anak anak masih bisa tertular Covid-19, apalagi orang dewasa maka dari hasil diskusi tersebut sekolah untuk layak dibuka itu syaratnya banyak.

Korban Kecelakaan di Jalan Mayjen Yusuf Singadekane Palembang Masih Lajang, Seorang Karyawan Swasta

Halaman
12
Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved