Breaking News:

Berita Musirawas

1.613 Guru Ngaji, Marbot, Tokoh Agama dan P2UKD di Kabupaten Musirawas Terima Insentif

Sebanyak 1613 orang guru ngaji, marbot, tokoh agama (toga) dan Petugas Penghubung Urusan Keagamaan (P2UKD) menerima insentif dari Pemkab Musirawas.

SRIPOKU.COM/AHMAD Farozie
Sebanyak 1613 orang guru ngaji, marbot, tokoh agama (toga) dan Petugas Penghubung Urusan Keagamaan (P2UKD) menerima insentif dari Pemkab Musirawas. Pemberian insentif secara simbolis dilakukan Bupati Musirawas H Hendra Gunawan kepada masing-masing perwakilan, di halaman Pemkab Musirawas, Rabu (10/6/2020). 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Sebanyak 1613 orang guru ngaji, marbot, tokoh agama (toga) dan Petugas Penghubung Urusan Keagamaan (P2UKD) menerima insentif dari Pemkab Musirawas.

Rinciannya, para guru ngaji sebanyak 704 orang, marbot 502 orang, toga 205 orang, P2UKD dengan SK Gubernur 127 orang dan P2UKD dengan SK Bupati dilingkungan Pemkab Musirawas sebanyak 76 orang.

Bupati Musirawas H Hendra Gunawan didampingi Wakil Bupati Hj Suwarti Burlian disela pemberian insentif di halaman Pemkab Musirawas Rabu (10/6/2020) mengaku bersyukur dan bangga dapat bertemu secara langsung dengan perwakilan para guru ngaji, marbot, toga dan P2UKD.

Sebab, mereka banyak berjasa dengan tenaga dan pikiran dalam memberikan ilmu keagamaan di Musirawas.

"Alhamdulillah, hari ini kita bisa bertemu. Kalau bukan karena corona, silahturahim tatap muka kita dapat terus terjalin. Mudah-mudahan pemberian insentif ini dapat terasa manfaatnya, dan saya berharap untuk terus mengajarkan dan mempersiapkan anak-anak kita menjadi generasi yang berguna bagi agama, daerah dan negara," kata H Hendra Gunawan.

Dalam kesempatan itu, H Hendra Gunawan juga meminta bantuannya untuk saling mengingatkan terkait disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan covid-19 ditengah masyarakat.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Musirawas H Yusran Amri menjelaskan, insentif untuk para guru ngaji, marbot, toga dan P2UKD ini sudah dua tahun disalurkan. Dan tahun ini merupakan tahun kedua pemberian insentif tersebut.

Dijelaskan, setiap bulannya para guru ngaji, marbot dan toga mendapatkan insentif sebesar Rp160 ribu per orang.

Kemudian untuk P2UKD dengan SK Gubernur mendapatkan instentif sebesar Rp300 ribu dan P2UKD dengan SK Bupati mendapatkan insentif sebesar Rp600 ribu perbulan. Dimana, untuk insentif yang diberikan pada Rabu (10/6/2020) ini, disalurkan untuk lima bulan.

"Pemberian insentif ini bertujuan untuk membantu biaya operasional guru ngaji, marbot dan tokoh agama. Ini merupakan penghargaan dari Pemkab Mura dengan harapan dapat memberikan motivasi AK5 kepada, guru ngaji, marbot, toga dan PU2KD," katanya.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved