Virus Corona di Sumsel

Ada 111 Anak di Sumsel Terpapar Covid-19, KPAID Minta Kebijakan Sekolah Dibuka Ditinjau Kembali

KPAID Sumsel meminta kebijakan untuk kembali memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah selama masa pandemi Covid-19 atau Virus Corona.

SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Proses belajar mengajar siswa PKBM Kasih Ibu Pertiwi di Kabupaten PALI beberapa waktu yang lalu. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Komisi Perlindungan Anak Daerah Indonesia (KPAID) Sumatera Selatan (Sumsel) meminta kebijakan untuk kembali memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah selama masa pandemi Covid-19 atau Virus Corona.

KPAID Sumsel berharap, keputusan tersebut dikaji secara mendalam.

Hal ini karena menyusul tingginya jumlah kasus Covid-19 pada anak-anak di Sumsel. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, saat ini ada 111 anak di Sumsel yang terpapar Virus Corona.

Penumpang Wajib Lakukan Rapit Tes Mandiri, Bandara SMB II Palembang tidak Menyediakan Pemeriksaan

"Jumlah kasus ini termasuk tinggi karena hampir 20 persen dari total jumlah kasus Covid-19 yang menyerang anak-anak di Indonesia yang lebih dari 580 kasus," kata Ketua KPAID Sumsel, Eko Wirawan Zainuddin, Selasa (09/06/2020).

Menurut Eko, tingginya kasus Covid-19 yang menyerang anak-anak di Sumsel justru terjadi pada masa sekolah sedang libur.

Dengan adanya rencana dimulainya lagi kegiatan belajar mengajar di sekolah, dia mengkhawatirkan potensi penularan akan semakin tinggi.

"Bila sekolah belum siap dengan protokol pencegahan Covid-19 maka kami khawatir akan muncul klaster baru dalam penularan Covid-19. Jadi, harus hati-hati," ujarnya.

Selain itu, jelas Eko, KPAID Sumsel juga mengimbau Dinas Pendidikan baik tingkat provinsi ataupun kota bersama stakeholder terkait untuk bermusyawarah merancang formulasi protokol Covid-19 saat masa KBM di sekolah.

Hal ini mengingat belum adanya protokol kesehatan standar untuk kegiatan pendidikan.

Terkuak Alasan Pemuda 24 Tahun di OKI Nikahi Perempuan Kelahiran 1959, Mbah Gambreng Dulunya Idola

"Saat ini belum ada satupun negara yang sudah menemukan formula pencegahan Covid-19 oleh karena itu alangkah baiknya kita mencari solusi ini dengan duduk bersama," terangnya.

Eko juga menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Gubernur Sumsel untuk berkoordinasi dengan instansi terkait dalam rangka mempersiapkan protokol pencegahan Covid-19 menuju fase kehidupan baru atau new normal khususnya untuk kegiatan di sekolah.

"Kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Yang pasti kami berharap secepatnya masalah ini dibicarakan karena pada akhirnya nanti mau tidak mau siswa harus segera bersekolah." jelasnya.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved