Hasil Otopsi George Floyd Dinyatakan Positif Covid-19, Nasib Polisi yang Injak Leher Floyd Terancam?
Belakangan situasi AS menjadi begitu kacau setelah unjuk rasa meluas ke seluruh negeri, termasuk mengepung gedung putih.
SRIPOKU.COM - Setelah video yang menunjukkan dirinya tengah menindih seorang pria berkulit hitam viral di media sosial, polisi bernama Derek Chauvin dikecam warga AS bahkan orang-orang di seluruh dunia.
Perbuatannya kepada pria berkulit hitam yang kemudian diketahui bernama George Floyd itu bahkan memicu unjuk rasa besar-besaran di AS.
Belakangan situasi AS menjadi begitu kacau setelah unjuk rasa meluas ke seluruh negeri, termasuk mengepung gedung putih.
Chauvin bersama tiga rekannya pun kini terancam 40 tahun penjara.
• Jadi YouTuber No 1 Indonesia, Ini 5 Fakta Baru Baim Wong, Penghasilan Fantastis, Raffi Ahmad Kalah
• Berani Permainkan Hati Dancer Video Keke Bukan Boneka, Sikap Kekeyi di Rumah Banting Boneka Dikuak!
• Biasa Sabar Tiada Tanding, Sifat Asli Nagita Slavina pas Ngamuk Ngeri Juga: Jujur Masih Sakit Hati!
Saat ditangkap pada Jumat pekan lalu (29/5/2020), Derek Chauvin dikenakan tuduhan pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan tak berencana tingkat tingkat dua.
Juga pasal pembunuhan tingkat dua yang ditambahkan jaksa kemudian pada Rabu (3/6/2020).
Ternyata bukan hanya dihujat dan terancam hukuman berat, Chauvin pun tampaknya kini berada di bawah risiko terinfeksi virus corona.
Pasalnya, hasil otopsi Floyd baru-baru ini membuktikan bahwa pria malang itu positif Covid-19.
Seperti diketahui, berada dalam jarak dekat dengan orang terinfeksi corona baik dengan gejala maupun tanpa gejala, seseorang bisa ikut terpapar virus ini.
Otopsi lengkap George Floyd menyatakan bahwa dia positif virus corona pada April, tetapi dinyatakan bukan termasuk faktor kematiannya.
Floyd tidak menunjukkan gejala ketika empat polisi Minneapolis terlibat dalam kasus kematiannya, saat dibekuk pada Senin (25/5/2020).
Hal tersebut diungkap oleh Dr Andrew Baker, kepala pemeriksa medis di Hennepin County.
"Dikarenakan... positif ( Covid-19) dapat bertahan selama berminggu-minggu setelah onset dan resolusi klinis penyakit, hasil otopsi kemungkinan besar menunjukkan tanpa gejala, tetapi persisten... dari infeksi sebelumnya," tulis Baker dalam laporan tersebut, yang dirilis pada Rabu (3/6/2020) atas seizin keluarga Floyd.
Laporan setebal 20 halaman itu menyatakan kematian Floyd karena pembunuhan, bahwa ia tewas setelah jantungnya berhenti karena polisi Derek Chauvin menindih lehernya.
Keluarga Floyd telah melakukan otopsi independen yang dirilis minggu ini dan menunjukkan hasil berbeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/floyd-1.jpg)