Cerita Indra Sjafri Soal Tugasnya Sebagai Direktur Teknik PSSI
Indra Sjafri berbagi cerita tentang tugasnya saat ini sebagai Direktur Teknik PSSI. Jabatan ini dijalaninya sejak tak lagi aktif
SRIPOKU.COM -- Indra Sjafri berbagi cerita tentang tugasnya saat ini sebagai Direktur Teknik PSSI.
Jabatan ini dijalaninya sejak tak lagi aktif menjadi pelatih yang sudah dijalaninya mulai dari 2011 hingga 2020.
Menjadi direktur teknik, tentunya urusan mantan pelatih Timnas Indonesia U-19 ini tak hanya sekedar mengurus tim nasional Indonesia, tetapi ada pekerjaan yang lebih mendalam yang harus dibenahi olehnya untuk mengembangkan sepak bola nasional.
"Di seluruh federasi sepak bola baik di Indonsia maupun hingga ke FIFA, hampir 60% sentuhannya teknis, dibungkus dengan administrasi yang bagus yang disupport oleh bidang bisnis untuk menggerakkannya, dan tidak boleh dibalik," ujar pria yang akrab dipanggil coach ini.
Ia mengatakan semua keputusan tidak bisa diambil oleh bidang bisnis karena ujung dari pekerjaan federasi adalah menyiapkan tim nasional dengan baik.
Kemudian, Indra Sjafri menambahkan banyak elemen yang diperlukan agar tim nasional terbentuk dengan baik, sehingga pekerjaan direktur teknik tidak merta-merta hanya menyiapkan tim nasional tetapi mencari faktor-faktor yang membuat tim nasional baik.
"Di dalamnya ada bidang kepelatihan. Ini penting karena dari pelatih yang bagus maka muncul pemain yang bagus. Ada pula diperlukan instruktur yang berkualitas yang memberikan panduan seragam kepada pelatih," tambahnya.
• Terdampak Corona, UMKM Sub-Sektor yang Harus Diperhatikan, Pemerintah Bisa Buat Alternatif Kemitraan
• Video : Kiper Utama Sriwijaya FC Imam Arief Fadilah Reparasi Sendiri Harta Karun Setahun Terpendam
• APSSI Sarankan Pemain U-20 Diberi Kesempatan Bermain di Liga 1 Indonesia
Tak hanya itu, setelah faktor tersebut selesai maka akan masuk ke dalam tim nasional, yang mencakup pengelolaan timnas senior hingga timnas junior, cara perekrutan pemain atau pelatih.
Indra juga menyinggung pada pengembangan Asprov, karena seluruh elemen dari atas (PSSI) hingga kebawah, Askot, Askab perlu sangat perlu dikembangkan.
"Pengembangan dari bawah itu ada di bidang departemen teknik," tambahnya.
Ia pun memiliki rencana agar di setiap Asprov punya perpanjangan tangan dari direktur teknik yaitu teknik Asprov.
Kemudian ia pun ingin memperbaiki pengembangan sepak bola usia muda baik dari grass root hingga youth development.
"Kedepannya kita harapkan juga ada tim pencarian bakat yang bisa mencari pemain dari setiap kejuaraan atau turnament sepak bola yang diadakan di daerah," terangnya.
Tak lupa, ia menyinggung tentang sekolah sepak bola yang harus dikembangkan.
Indra Sjafri meyakini Indonesia punya potensi yang kuat sehingga perlu pengembangan sepak bola usia dini yang baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/timnas-indonesia-sea-games-44.jpg)