Bermodal Louhan Pemberian Teman, Pria di Palembang Ini Sukses Jadi Peternak, Masa Covid-19?

Berawal dari pemberian anakan louhan jenis cencu dari seorang temannya, hobi memelihara salah satu jenis ikan hias tersebut masih digeluti Ali.

Penulis: Aminudin | Editor: Refly Permana
dok.pribadi
Ali yang kini masih menggeluti profesi peternak ikan louhan di Palembang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Aminudin

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berawal dari pemberian anakan ikan louhan jenis cencu dari seorang temannya, hobi memelihara salah satu jenis ikan hias tersebut masih digeluti M Ali Febriansyah.

Terhitung, sudah hampir dua tahun dirinya memelihara ikan yang terkenal dengan jendulan di kening dan warnanya yang khas tersebut.

Bahkan, kini Ali sudah menjadi seorang peternak ikan louhan di Palembang.

Punya Banyak Gelar Internasional, Taufik Hidayat Sempat Ingin Pindah Warga Negara

Awal mula menyukai memelihara ikan louhan, Ali mengatakan, lantaran suka dengan bentuknya ketika sudah 'jadi'.

Mulanya, ketika ikan louhan miliknya masih berukuran kecil, Ali tidak merasa ada keunikan tersendiri dari ikan tersebut.

Namun, lantaran penasaran dan kepingin melihat ikan louhannya menyerupai milik pemelihara profesional, Ali terus mempertahankan ikan louhan pemberian temannya tersebut.

Hingga akhirnya, ikan louhan yang dipelihara bisa memenuhi ekspektasinya.

"Kemudian menjadi hobi setelah melihat perubahan menakjubkan pada ikan louhan pemberian teman tersebut.

Pasalnya, semakin besar semakin menarik dan cantik, mutiara yang bersinar, jenong yang besar, body serta warna yang menarik, bikin betah," kata Ali, belum lama ini.

TNI AL di Surabaya Tangkap Basah Istrinya Bersama Seorang Trainer Gym

Apalagi, katanya, ikan jenis ini termasuk ikan yang aktif dan bisa diajak berinteraksi, dengan cara selalu mengikuti gerakan tangan tuannya kesana kemari.

Sungguh sangat menyenangkan.

"Kemudian barulah terfikir untuk mengembangbiakkannya. Kebetulan kakak ipar, Eko Faiz, lebih dulu berhasil membiakkan ikan louhan peliharaannya, sehingga mempermudah saya untuk mempelajarinya," kata Ali.

Selain itu, masih kata Ali, masukan dari kawan-kawan Komunitas Fowerhorn Brotherhood Indonesia (FBI REBORN), Perhimpunan Pecinta Louhan Palembang (PPLI) sangat mempermudah dirinya dalam melakukan pembelajaran dan percepatan dalam memahami berbagai karakter ikan louhan, baik jenis cencu, kamfa, dan berbagai jenis hasil pembiakan silang (crosbreeding) ikan-ikan tersebut.

"Ketika pertama memulai, yang saya lakukan adalah menyukai dan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan ikan louhan.

Misalnya detail apa saja yang bisa membuat ikan louhan tersebut cepat berkembang (ph air, ukuran aquarium, pakan yang baik, peralatan yang efisien, dan sebagainya)," jelas Ali.

Dikabarkan Sudah Dihubungi Pelatih Manchester City, Pemain AC Milan Ini Ditawar Rp 789 Miliar

Di awal tidak pernah berfikir soal untung dan rugi, karena namanya hobi, terkadang kita mengeluarkan budget lebih demi memaksimalkn peliharaan juga hitungannya.

Menurutnya, itu bukan kerugian karena terbayar ketika ikan tersebut bagus dan bernilai tinggi dan bisa mengikuti kontes demi mendapatkan gelar juara.

"Saya sekarang breeder (pembiak ikan). Jadi di farm sendiri punya stock burayak (anakan) louhan yang terus berproduksi.

Namun kadangkala tingginya permintaan, khususnya di masa lockdown seperti sekarang, membuat kami juga menyalurkan ikan hasil ternakan kawan-kawan breeder Palembang, yang berkualitas karena kehabisan stock," kata Ali.

Saat ini, beber Ali, dirinya memiliki kurang lebih 100 aquarium berbagai ukuran.

Ada aquarium untuk mengawinkan ikan, aquarium penampung burayak, juga aquarium sekatan dan aquarium display ikan yang akan dijual.

"Kalau keuntungan itu naik turun antara 1-6 juta per bulan dari penjualan pakan yang saya produksi atau ikan ternakan dan peralatan- peralatan pemeliharaan.

Pemasaran kami lakukan melalui media sosial yang jangkauannya hingga ke man canegara dan langsung di galeri untuk pembeli lokalny," terang Ali.

Menjangkau seluruh Indonesia, bahkan mancanegara, namun situasi pandemi saat ini membatasi beberapa pengiriman ke beberapa daerah dan negara.

Rata-rata, di galeri SELOP PALEMBANG (Serikat Ekonomi Louhan Palembang) fokus kepada penjualan louhan jenis cencu dan kamfa hasil pembiakan ter baik indukan-indukan ikan louhan dari para breeder asli Palembang.

Tujuannya supaya kota kita ini bisa lebih dikenal oleh para penghobby ikan louhan se Indonesia dan mancanegara.

Terkait pemasaran online tidak ada ken dala yang berarti. Namun kadang-kadang masih ada saja pembeli yang sekedar bertanya, bahkan ada juga yang sudah deal dan ok, namun menghilang tanpa jejak.

Tak Belatih Selama 2 Bulan, APPSI Meminta PSSI Beri Waktu Untuk Pulihkan Pemain

Menjawab pertanyaan, Ali mengatakan dua-duanya bisa dilakukan. Datang ke lokasi atau gosend.

"Namun saat pandemi seperti ini rata-rata pembeli yang sudah berlangganan biasanya minta dikirim lewat ojek online, meski untuk pelanggan baru kami cenderung menyarankan untuk memantau langsung ke lokasi supaya lebih puas," saran Ali.

Ke depan kami bersama beberapa kawan di komunitas akan mendirikan sebuah koperasi serba usaha untuk menunjang dan memberikan payung hukum terhadap kegiatan jual beli peralatan, pembiakan dan produksi pakan louhan andalan yaitu "2 varian pelet mystique : sooner dan color enhancer" yang merupakan hasil riset terbaru dari kami.

"Tahapannya sudah sampai pada proses pengarahan secara lisan dari Dinas Kope rasi Provinsi Sumatera Selatan untuk rapat pembentukannya," pungkas Ali.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved