Donald Trump Harus Dilarikan ke Tempat yang Khusus Gedung Putih Diserbu Demonstran

Berbagai persoalan yang dihadapi negara Paman Sam –Amerika Serikat (AS) yang tidak kunjung tuntas.

Editor: Salman Rasyidin
(Kolase) Twitter/@GwynneFitz via Tribunnews, Sky News
Unjuk rasa di Amerika Serikat 

 

SRIPOKU.COM – Berbagai persoalan yang dihadapi negara Paman Sam –Amerika Serikat  (AS) yang tidak kunjung tuntas.

Selain menghadapi masalah perdagangan dengan China, Pendemi Covid-19 dan arus demonstran yang makin mendekat Gedung Putih.  

Seperti diwartakan Intisari-Online.com  bahwa wabah corona belum selesai, Pemerintah Amerika Serikat kini dipaksa untuk mengatasi masalah lainnya yaitu terkait unjuk rasa yang meluas di berbagai kota.

Bahkan, kini warga yang berunjuk rasa telah menyerbu Gedung Putih.

Oleh karenanya, Agen Dinas Rahasia AS bergegas membawa Presiden Donald Trump ke bunker Gedung Putih pada Jumat malam ketika ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar Gedung Putih.

Berdasarkan laporan AP, beberapa dari mereka melemparkan batu dan menembus barikade polisi.

Diberitakan, sumber AP membisikkan, Trump menghabiskan waktu hampir satu jam di bunker, yang dirancang untuk digunakan dalam keadaan darurat seperti serangan teroris.

Keputusan tiba-tiba oleh para agen Secret Service menggarisbawahi suasana kacau di dalam Gedung Putih, di mana teriakan dari pengunjuk rasa di Lafayette Park dapat terdengar sepanjang akhir pekan dan agen-agen Dinas Rahasia dan petugas penegak hukum berjuang untuk menahan kerumunan.

Aksi protes pada Jumat (29/5/2020) lalu dipicu oleh kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah lehernya dijepit oleh seorang polisi kulit putih Minneapolis.

Demonstrasi di Washington berubah menjadi kekerasan dan tampaknya mengejutkan petugas.

Mereka memicu salah satu peringatan tertinggi di kompleks Gedung Putih sejak serangan 11 September 2001.

"Gedung Putih tidak mengomentari protokol dan keputusan keamanan," kata juru bicara Gedung Putih Judd Deere.

Secret Service mengatakan tidak membahas cara dan metode operasi perlindungannya. Kepindahan presiden ke bunker pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.

Sekitar satu jam kemudian Trump menuliskan tweeted "BERITA PALSU!". Namun tidak jelas apakah ia merujuk pada cerita Times.

gedung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved