Berita Palembang

Jika New Normal Diterapkan, Ini Saran Disdag Sumsel untuk Pasar-pasar Tradisional di Palembang

Menurut PLT Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Iwan Gunawan pasca pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh negara, sudah barang tentu

SRIPOKU.COM / Bayazir Al Rayhan
Seorang warga sedang memilih bawang di pasar tradisional 26 Ilir Kota Palembang, Jumat (29/5/2020) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah pusat telah menetapkan wilayah mana saja yang akan segera menerapkan new normal.

Di Sumatera Selatan, setidaknya ada dua kota yang ditunjuk, yakni Kota Palembang dan Prabumulih.

Menurut PLT Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Iwan Gunawan pasca pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh negara, sudah barang tentu akan ada perubahan tatanan kehidupan yang tak lagi seperti dulu.

Tak terkecuali menyikapi soal perkembangan perdagangan dan geliat ekonomi pasca pandemi.

Pihaknya, mencoba memfokuskan penanganan pada pusat-pusat ekonomi yang berpotensi menimbulkan keramaian seperti pasar dan mall/swalayan.

Setidaknya, harus ada pembatasan serta penegakkan sikap protokol kesehatan yang lebih disiplin bila nantinya harus new normal.

"Seperti Pasar tradisional adalah lokasi yang tidak mungkin ditutup tapi bisa dilakukan pembatasan. Bila nantinya new normal kami sangat menyarankan lapak-lapak pedagang diatur sesuai dengan protokol kesehatan. Bahkan bila perlu diberikan nomor lapak sehingga kita bisa memberlakukan sistem ganjil genap bagi mereka yang akan berjualan, seperti yang sudah dilakukan Jawa Timur," jelasnya.

Karena kata Iwan, kondisi Pasar saat ini masih sering terjadi kerumunan massa, sehingga dikhawatirkan akan membentuk klaster baru Covid-19.

"Di Palembang setidaknya ada dua pasar yang sudah tutup sementara. Jangan sampai nantinya semua pasar malah ditutup, pengaruhnya tentu pada geliat ekonomi rakyat," tegasnya.

Iwan mengaku sangat mendukung kebijakan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Palembang terkait layanan belanja online.

Masyarakat sudah seharusnya mulai beradaptasi dengan kondisi pandemi ini dan mulai beralih dengan sistem belanja daring tersebut.

"Belanja cukup dari rumah, ini bisa mengurangi angka penyebaran Covid-19," ujar Ketua Satgas penanganan Covid-19 bidang perdagangan tersebut.

Selain pasar, pihaknya juga memantau beberapa mall yang saat new normal secara bertahap juga akan beroperasi. Seperti di Matahari PSx Mall yang terpantau mulai memberlakukan sistem pembatasan jumlah konsumen yang masuk ke store mereka.

"Kalau memang new normal dijalankan, perlakuan protokol kesehatan juga berlaku untuk di mall-mall. Mereka tidak bisa ramai menumpuk konsumen seperti dulu. Silakan mengatur pembatasan jumlah konsumen yang masuk namun dengan catatan tetap batasan kurun waktu berbelanja. Agar tidak memicu keramaian di antrian," jelasnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved