Berita Palembang

Dapat Remisi Lebaran & Bisa Keluar Penjara, Pria di Prabumulih Ini Kembali Ditangkap Polda Sumsel

Ali Umar (49) baru keluar dari rutan kelas 1 Pakjo Palembang terpaksa kembali harus berurusan dengan hukum.

SRIPOKU.COM / Bayazir Al Rayhan
Tersangka ketika dijemput oleh Anggota Kepolisian Polda Sumsel karena kasus pemalsuan tanda tangan, Rabu (27/5/2020) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ali Umar (49) baru keluar dari rutan kelas 1 Pakjo Palembang terpaksa kembali harus berurusan dengan hukum.

Ali baru saja keluar penjara karena mendapatkan remisi lebaran Idul Fitri.

Namun, warga Bukit Lebar Kecamatan Prabumulih Timur Kota, Prabumulih kembali ditangkap, karena memalsukan tanda tangan pimpinanya di perusahaan di Desa Tasi Kabupaten Pali tahun 2018 lalu.

Akibat perbuatannya, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 260 juta.

Adapun barang yang diambil tersangka yakni cangkang kelapa sawit yang diambilnya menggunakan tanda tangan palsu yang kemudian dijualnya kepada orang lain.

"Saya kemarin dilaporkan karena kasus menipu orang, jadi masuk penjara. Saya tidak tahu, kalau yang memalsukan tanda tangan bos tempat aku bekerja waktu itu juga dilaporkan," kata Ali, Rabu (27/5/2020).

Kapolri Perintah Kapolda Mutasi Polisi yang Ngamuk Ditegur karena tak Pakai Masker: Sebelum Maghrib!

 

Sekelompok Pemuda Dihukum Berendam di Kolam Sampah, Karena Kedapatan Berjudi dan Pesta Miras

Dikatakan tersangka, saat ia bekerja ia menjabat sebagai kepala Logistik.

Dari situ, ia terpikir untuk memalsukan tanda tangan pembeli agar cangkang kelapa sawit bisa ia keluarkan dan dijual ke tempat lain.

"Cangkang itu beratnya 500 ton. Karena memang tidak diketahui pimpinan, jadi tanda tangan pembeli aku palsukan. Baru bisa cangkang itu aku keluarkan," lanjutnya

Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan saat tersangka baru keluar dari Rutan Klas 1 Pakjo Palembang.

Baru 20 Tahun dari Hukuman 492 Tahun Penjara, Penjahat Wanita Serigala Tewas Karena Penyakit ini

 

Kehidupan Baru Dimulai, Lubuklinggau Pekan Depan Terapkan New Normal, Masjid & Sekolah Dibuka

Penangkapan tersangka ini berdasarkan dari laporan korban Riduan karena merasa telah dirugikan.

"Sebelumnya, tersangka ini dipenjara karena kasus perkara Penipuan dan Penggelapan.

Setelah kami mengetahui tersangka bebas, langsung kami tangkap kembali atas laporan korban yang mengalami kerugian Rp 260 juta," jelasnya

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved