Breaking News

4 Penyakit Berbahaya Menanti Anda Kalau Sering Begadang Sambil Main Ponsel

Aktivitas main ponsel, bekangan memang terkesan mengasyikkan sehingga ada yang tahan hingga bergadang.

Editor: Salman Rasyidin
Kolase Grid.ID
Sering Begadang Sambil Main Ponsel, Pria di China Berakhir dengan Penyakit Mengerikan 

 

SRIPOKU.COM – Aktivitas main ponsel, belakangan memang terkesan mengasyikan sehingga ada yang tahan hingga begadang.

Bahkan, seperti  dilansir Intisari-online.com kebiasaan begadang sambil main ponsel mungkin banyak sekali dilakukan oleh remaja dan orang-orang masa kini.

Entah hanya main medsos atupun hingga bermain game, hal itu selalu menjadi daya tarik utama yang membuat ingin terus memegang perangkat gadget meski jam tidur.

Hasilnya, banyak orang yang mengalami kesulitan tidur dan salah satu cara yang sebaiknya dilakukan adalah dengan menyingkirkan ponsel Anda sejauh mungkin.

Atau cara paling efektif adalah membuat baterainya habis menjelang waktu tidur, supaya Anda bisa melepaskan gadget Anda dan segera tidur.

Namun, masalah kesulitan tidur ternyata tidak hanya membuat tubuh lelah ketika pagi hari, dikutip dari Healthnwellness, ada beberapa penyakit yang mungkin juga mengintai Anda.

Simak daftar penyakit yang disebabkan oleh kesulitan tidur berikut ini :

1. Diabetes dan obesitas

Satia Putra, Bocah Obesitas Asal Karawang Meninggal Dunia, Begini Kronologinya, Makan Sehari 6-7 Kali
Satia Putra, Bocah Obesitas Asal Karawang Meninggal Dunia, Begini Kronologinya, Makan Sehari 6-7 Kali (Kolase Sripoku.com/KompasTv/Kompas.com/Farida)

Studi di Universitas of Chicago memperhatikan bahwa masalah tidur berpitensi menyebabkan obesitas, dan pada gilirannya akan mengakibatkan diabetes.

Karena kadar lemak dalam darah berdampak pada metabolisme kita dan kemampuan insulin untuk mengatur kadar gula darah kita.

Para peneliti menganalisis efek kurang tidur pada akumulasi lemak, dengan membandingkan 19 pria dengan pola tidur mereka yang hanya 4 jam semalam.

Kadar lemak tinggi ditemukan dalam darah, selama 8,5 jam setiap malam, selama periode sama mereka yang kurang tidur akan menyebabkan resistensi insulin.

Hal itu adalah tanda pra-diabetesmereka yang tidur lebih banyak tidak akan menunjukkan tanda obesitas atau pra-diabetes.

2. Penyakit Alzheimer

Meski sudah melupakan banyak hal, wanita tua pengidap Alzheimer ini masih ingat betul momen ketika menjemput anaknya di TK.
Meski sudah melupakan banyak hal, wanita tua pengidap Alzheimer ini masih ingat betul momen ketika menjemput anaknya di TK. (Shanghaiist)

Tahun 2013, peneliti di Universitas John Hopkins, di AS menyimpulkan bahwa kurang tidur dapat menjadi penyebab penyakit Alzheimer, dan meningkatkan laju perkembangannya.

Penelitian ini didasarkan bahwa tidur sangat diperlukan bagi otak, dan bisa menghilangkan limbah racun dan akumulasi racun yang mengakibatkan demensia.

Penelitian ini dilakukan pada 70 orang dewasa yang berusia 53 hingga 91 tahun, peneliti menemukan mereka yang memiliki masalah tidur, memiliki jumlah beta-amiloid yang tinggi di otak mereka.

Ini adalah sebuah penanda penyakit Alzheimer yang tidak bisa disangkal.

3. Penyakit jantung

Ilustrasi Penyakit jantung koroner.
Ilustrasi Penyakit jantung koroner. (NET)

Menurut penelitian yang dipresentasikan di EuroHeartCare, pertemuan tahunan Penghimpun  Kardiologi Eropa, ada korelasi kuat antara kurang tidur dengan penyakit jantung.

Setelah mengikuti 657 pria Rusia yang berusia 25 hingga 64 tahun, selama 14 tahun para peneliti menemukan hampir sepertiga dari mereka mengalami masalah jantung akibat kesulitan tidur.

Mereka yang memiliki kesulitan tidur memiliki risiko 2,6 kali lebih tinggi terkena infark miokard, serangan jantung yang disebabkan kegagalan otot jantung.

Kemudian dmereka juga antara 1,5 dan 4 kali lebih rentan terhadap stroke.

4. Kanker Prostat

Ilustrasi kanker prostat
Ilustrasi kanker prostat (newportalarea.blogspot.com)

Menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2013, dalam Cancer Epidemology, Biomakers and Prevention, para peneliti mencatat peningkatan risiko dan tingkat kanker prostat pada pasien denga kesulitan tidur.

Mereka mengikuti 2.523 pria Islandia dari 67 hingga 96 tahun selama 3 sampi 7 tahun dan menemukan risiko kanker prostat 60% lebih tinggi pada pria yang sudah tidur.

Para peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan kadar melatonin dalam tubuh kita, hormon yang mengatur tidur, dapat mengurangi pertumbuhan tumor.

Tumor yang tumbuh lebih agresif pada pria yang terkena cahata buatan tingkat tinggi dikenal sebagi penyebab masalah tidur, salah satunya cahaya ponsel.

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved