Pembunuhan Massal

Trump : Beijing 'Lakukan Pembunuhan Massal di Seluruh Dunia'

Perseteruan antara Amerika Serikat (AS) dan China makin tegang selain masalah perdagangan, Covid-19 pun ikut mewarnai.

Tayang:
Editor: Salman Rasyidin
Vice.com
Presiden Donald Trump 

 

SRIPOKU.COM—Perseteruan antara Amerika Serikat (AS) dan China makin tegang selain masalah  perdagangan, Covid-19 pun ikut mewarnai.

Bahkan sentimen anti-China semakin menguat diteriakan oleh Donald Trump.

Mengutip Intisari-online.com, Presiden Amerika Serikat yang tengah menjabat tersebut memang terkenal cukup rasis.

Namun kali ini rasisnya semakin menguat setelah virus Corona menjadi pandemi.

Merasa dirugikan oleh pandemi ini, ia berang dan mulai menyudutkan China dari berbagai sisi.

China disalahkan karena China menjadi negara pertama yang mengalami serangan virus Corona penyebab Covid-19.

Kali ini, Trump kembali mengecam China atas pandemi virus Corona baru.

Ia menyalahkan Beijing atas "pembunuhan massal di seluruh dunia".

"Beberapa orang gila di China baru saja merilis pernyataan yang menyalahkan semua orang selain China atas Virus yang kini telah membunuh ratusan ribu orang," kata Trump dalam akun Twitter-nya, Rabu (20/5).

"Tolong, jelaskan kepada orang bodoh ini bahwa itu adalah "ketidakmampuan China", dan tidak ada yang lain, yang melakukan pembunuhan massal di seluruh dunia ini!" imbuh dia seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Virus corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, China, Desember tahun lalu dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, menewaskan lebih dari 323.000 orang dan memicu kerusakan ekonomi yang sangat besar.

Trump awalnya mengecilkan keseriusan ancaman dan mengatakan berulang kali bahwa China sedang menangani wabah virus corona.

Dia kemudian berpaling menyalahkan China karena membiarkan penyebaran ke seluruh dunia.

Dia juga mengancam akan menghentikan pendanaan AS untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atas apa yang dia katakan adalah bantuannya kepada China dalam menutupi tingkat penyebaran virus corona.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved