PON XX Papua
Demi Orang Tua Alicia Siap Memburut Emas di Papua 2021
"Sejauh ini musuh berat masih Jabar, kita terus evaluasi dan petakan kekuatan lawan, sembari latihan,"
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Hendra Kusuma
Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Nama Alicia Fitri Wahida sudah menjadi andalan Sumsel sejak PON 2014 silam. Kini beban besar adanya dipuncaknya untuk kembali membawa Sumsel berbicara banyak di ajang yang sama di PON Papua XX 2021 mendatang.
Seperti diketahui, Cabang olahraga catur Sumatera Selatan menjadi penyumbang medali pada pesta olahraga bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016 musim lalu.
Catur nyaris meraih medali emas dan harus berpuas dengan medali perak lantaran diraih oleh sang tuan rumah.
Cia menjadi salah satu atlet catur beregu yang ketika itu berjuang keras untuk mampu menjadi yang terbaik pada PON di Jawa Barat pada empat tahun silam.
Apalagi, medali emas yang ditargetkan adalah demi kebahagiaan orangtua nya selama ini mendukung penuh dirinya.
"Ini demi orang tua saya. Kedua orang tua saya selalu mendukung saya dalam olahraga catur ini, mereka selalu memberikan semangat yang tiada henti untuk menjadi pemenang dalam setiap perlombaan yang saya ikuti," ungkapnya melalui rilis Humas KONI Sumsel yang diterima Sripoku.com.
Sebagai kebiasaan positif dan inspirasi baginya adalah, Cia selalu meminta restu dan doa ketika akan tanding agar apapun hasilnya menjadi yang terbaik.
"Iya, PON Jabar kita perak. PON Papua nanti target kita emas," tutur Cia.
Pemilik nama lengkap Alicia Fitri Wahida ini mengaku, selain fokus latihan bersama tim catur Sumatera Selatan, dirinya tengah memetakan kekuatan pecatur Tanah Air yang dinilai menjadi rival berat.
Meskipun, para pecatur Indonesia dari berbagai daerah perlu diwaspadai namun beberapa daerah perlu menjadi kewaspadaan khusus.
Saat ini sendiri, Cia yang merupakan spesialis pecatur kilat ini masih melakukan pemetaan karena terkendala laptopnya. Menurutnya data leptop yang berisi data pemain terhapus sehingga ia harus memetakan ulang lawan-lawan pecatur di Indonesia.
"Sejauh ini musuh berat masih Jabar, kita terus evaluasi dan petakan kekuatan lawan, sembari latihan," ujar putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Ali Mukhtar dan Uyun Kenongosari ini.
Menurut anak asuh Head Coach Catur Sumsel Noerdin Abu Bakar ini mengaku saat ini ritme latihan juga diperbanyak baik latihan di Sekolah Olahraga Nasional Sriwijaya (SONS) maupun di Akademi Catur Sumatera Selatan (ACSS).
"Kita juga nunggu program Pelatda dari KONI Sumsel, semoga bisa secepatnya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/alicia-fitri-wahida-2322.jpg)