MotoGp

Kalahkan Dulu Marquez, Jika Ingin Fabio Quartararo Mengantikan Posisi Valentino Rossi?

Padahal, Quartararo merupakan pembalap debutan. Motor yang ditungganginya juga paling buruk dibandingkan pembalap Yamaha

Tayang:
Editor: Adrian Yunus
DOK. MOTOGP
Dua pembalap tim Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli (kiri) dan Fabio Quartararo (kanan) usai melakoni babak kualifikasi MotoGP Spanyol 2019, Sabtu (5/5/2019). 

SRIPOKU.COM - Manajer Fabio Quartararo, Eric Mahe, berseloroh soal konsekuensi yang harus ditanggung kliennya karena menggantikan Valentino Rossi.

Fabio Quartararo menjadi sensasi pada MotoGP 2019.

Fabio Quartararo konsisten tampil cepat hingga beberapa kali bersaing dengan sang juara bertahan, Marc Marquez (Repsol Honda).

Padahal, Quartararo merupakan pembalap debutan. Motor yang ditungganginya juga paling buruk dibandingkan pembalap Yamaha lainnya.

Carl Froch : Sudah Terlalu Tua, Mike Tyson Hanya Bisa Bertarung Selama Lima Detik

 Hattrick Perdana Messi di El Clasico Tak Mampu Bawa Barca Menang atas Madrid, Skor Akhir 3-3

Bos Honda Ungkap MotoGP Malaysia Jadi Babak Terpanas Rossi dan Marquez Dalam Perebutan Juara

Namun, hal itu tak menghentikan Quartararo untuk bersinar. Dia memborong seluruh tujuh hasil podium yang diraih tim Petronas Yamaha SRT musim lalu.

Quartararo dapat finis di peringkat kelima klasemen akhir MotoGP 2019. Di antara pembalap Yamaha, dia pun cuma kalah dari Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha).

Tidak mengherankan jika kemudian Yamaha berani merekrut Quartararo untuk menggantikan Valentino Rossi pada tahun 2021.

Kebetulan, Rossi tengah bimbang dengan masa depannya di MotoGP. Di sisi lain, Yamaha juga perlu mengamankan Quartararo dari incaran pabrikan lainnya.

Berhasil mengamankan tempat di tim pabrikan jelas disambut baik oleh Quartararo. Meski demikian, ada satu hal yang dikhawatirkannya.

Quartararo rupanya takut tidak disenangi oleh orang-orang Italia yang dikenal selalu memberi dukungan besar kepada Rossi.

Pendukung Rossi memang cukup fanatik. Marc Marquez sering mendapat siulan dan cemoohan saat tampil di Italia karena perseteruan dengan Rossi pada 2015.

"Saya berharap mendapatkan lebih banyak cinta daripada kebencian [dari penggemar Italia]," kata Quartararo, dilansir BolaSport.com dari Corse di Moto.

Kekhawatiran Quartararo ditanggapi dengan bercanda oleh manajernya, Eric Mahe.

Dalam interviu dengan GPOne, Mahe memberikan saran kepada Quartararo agar diterima oleh para tifosi (suporter dalam bahasa Italia, red).

"Jika Quartararo mengalahkan Marquez, dia akan menjadi orang Italia untuk selamanya," ujar Mahe berseloroh.

Quartararo sendiri memiliki darah Italia. Kendati dirinya berasal dari Prancis dan lama tinggal di Spanyol, kakeknya berasal dari Negeri Piza.

Sumber : Bolasport

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved