Lagi-lagi Langgar Aturan Lockdown Pemerintah Inggris, Bek Manchester City Ini Buka Suara
Melalui akun media sosialnya bek Manchester City, Kyle Walker mengutarakan isi hatinya setelah kembali melanggar aturan lockdown pemerintah Inggris.
SRIPOKU.COM -- Melalui akun media sosialnya bek Manchester City, Kyle Walker mengutarakan isi hatinya setelah kembali melanggar aturan lockdown pemerintah Inggris.
Kasus yang terbaru hanya berjarak 1 pekan sejak permintaan maafnya karena mengadakan pesta seks di tengah pandemi virus corona.
Walker sebelumnya mengundang dua wanita bayaran untuk datang ke apartemen mewahnya di tengah situasi lockdown di Inggris.
Manchester City juga sudah menjatuhkan denda miliaran rupiah pada Walker karena kelakuannya.
Namun hanya sepekan setelah meminta maaf, Walker kembali berulah.
Bukan hanya sekali, namun ia melakukan tiga pelanggaran hanya dalam 24 jam.
Menurut laporan The Sun, Walker terlihat melakukan perjalanan dari rumahnya di Prestbury, Cheshiere untuk datang ke pesta di rumah saudaranya di Rotherham, South Yorkshire.
Setelahnya bek timnas Inggris itu pergi ke rumah orang tuanya di Sheffield.
Keesokan harinya dia dilaporkan pergi bersepeda dengan seorang teman dari properti sewaannya di Hale.
Menanggapi semua hal yang dilakukannya, Walker muncul di media sosialnya untuk melakukan pembelaan.
"Saya pikir saya sudah berdiam diri cukup lama. Mengingat artikel terbaru yang diterbitkan tentang saya dan keluarga saya, saya merasa seolah-olah tidak punya pilihan selain membahas ini di publik," tulis Walker.
Bek 29 tahun ini mengaku merasa dipermainkan oleh media dan merasa kesehatan mentalnya mulai terganggu.
“Saya baru-baru ini melewati salah satu periode terberat dalam hidup saya, dimana saya menanggungnya sendiri. Namun, sekarang saya merasa seolah-olah saya dilecehkan."
“Ini tidak lagi hanya mempengaruhi saya, tetapi juga mempengaruhi kesehatan keluarga saya dan anak-anak saya. Sehubungan dengan acara pada hari Rabu, saya pergi ke Sheffield untuk memberikan kartu ulang tahun dan hadiah kepada saudara perempuan saya, tetapi juga untuk berbicara dengan salah satu dari sedikit orang yang dapat saya percaya dalam hidup saya."
“Dia memelukku untuk mengingatkan aku betapa dia peduli dan aku dicintai. Apa yang harus saya lakukan? Mendorongnya? Saya kemudian pergi ke rumah orang tua saya untuk mengambil makanan yang dimasak di rumah. Lagi-lagi ini merupakan bulan yang sangat sulit bagi mereka: semua yang saya lalui dalam hidup saya telah mereka lalui bersama saya," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/walker_20180412_114623.jpg)