Breaking News:

Agar Bisa Pulang Kampung, Pria Ini Punya Cara Cerdik, Nekat Beli 25 Ton Bawang Biar Disangka Ini!

larangan pulang kampung tak hanya ada di Indonesia. Di India juga telah menerapkan lockdown untuk mengatasi virus Corona (COVID-19).

Penulis: Nadyia Tahzani
Editor: Welly Hadinata
Grid.oto
Pria Ini Nekat Beli 25 Ton Bawang 

SRIPOKU.COM - Menyusul keputusan larangan mudik yang diumumkan Presiden Joko Widodo, pemerintah memutuskan menghentikan sementara layanan transportasi udara komersial dan carter, mulai 24 April sampai 1 Juni guna menekan penyebaran virus corona.

Namun, larangan pulang kampung tak hanya ada di Indonesia. Di India juga telah menerapkan lockdown untuk mengatasi virus Corona (COVID-19).

Lantaran negaranya lockdown, semua jenis transportasi umum ditutup di India. Pihak berwenang India tidak mengizinkan segala jenis perjalanan kecuali layanan penting, angkutan logistik misalnya.

Hal itulah yang dimanfaatkan seorang pria bernama Prem Murti Pandey. Diberitakan Cartoq, pria yang bekerja di bandara Mumbai itu tak kehabisan akal untuk mudik ke kampung halamannya di Prayagraj.

Video Melihat Porsi Latihan Kiper Utama Sriwijaya FC Imam Arief Fadilah di Tengah Covid-19 dan Puasa

Wagub Mawardi Terima 500 Paket Sembako dari Pengusaha dan Petani Sawit, Ini yang Berhak Menerimanya!

Berbagai cara dilakukan agar bisa mudik ke kampung halaman. Seperti pria asal India ini yang sengaja membeli puluhan ribu kg bawang supaya dikira pedagang atau kendaraan logistik.

Seperti yang diketahui, India telah melakukan lockdown sejak 25 Maret 2020.

Semua sistem transportasi umum telah ditutup sehingga tidak ada lagi sarana untuk berpergian. Akibatnya ada ribuan pekerja migran yang terjebak di berbagai kota di India.

Seperti halnya di Indonesia, para pekerja migran tersebut terus berupaya pulang ke kampung halaman masing-masing (mudik) agar dapat menghabiskan waktu selama lockdown dengan keluarga.

Untuk mencegah para pekerja migran yang nekat mudik, pihak berwenang di India telah menetapkan larangan mudik.

Namun untuk layanan penting, seperti logistik masih beroperasi.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved