Selama Masa Karantina di Rumah, Mengapa Jadi Sulit Bangun Pagi dan Terasa Lesu?
Disaat kita menikmati waktu tidur tambahan & merasa memperoleh istirahat yang baik, sebagian orang justru agak sulit untuk bangun pagi & beraktivitas.
SRIPOKU.COM - Dengan bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19, kita merasa akhirnya bisa mendapatkan waktu tidur delapan jam penuh, atau bahkan tidur lebih lama.
Namun, di saat kita menikmati waktu tidur tambahan dan merasa memperoleh istirahat yang baik, sebagian orang justru agak sulit untuk bangun pagi dan beraktivitas.
Ada penjelasan mengapa sebagian dari kita merasa sangat lesu sepanjang hari, menurut pakar tidur James Wilson.
• Sulit Bangun Pagi? Coba Lakukan 6 Tips Berikut Ini
• Inilah 8 Manfaat Buah Kurma Saat Dikonsumsi pada Bulan Ramadan: Sehatkan Tulang hingga Tambah Energi
James bekerja sebagai ahli perilaku dan lingkungan tidur, membantu orang untuk tidur lebih baik dan mengembangkan produk, layanan, serta lingkungan yang membantu orang mendapatkan tidur layak.
"Beberapa orang melaporkan mereka berjuang untuk bangun di pagi hari dan mereka merasa lebih lesu di siang hari," kata James kepada Mirror.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

"Ada beberapa alasan untuk ini. Stres dan kecemasan yang diciptakan oleh krisis virus corona masuk ke dalam tidur kita, dan berdampak pada kualitas yang bisa dilihat pada banyak orang yang melaporkan mereka memiliki mimpi nyata."
"Kami juga melihat orang-orang mengonsumsi alkohol lebih banyak dari biasanya."
"Perlu diingat, alkohol bukan penginduksi tidur. Itu obat penenang, membuat kita tenang, tetapi tidak memberi kualitas kita tidur yang baik. Justru memberi kita kualitas tidur yang sangat buruk."
Ia menambahkan, "tidak ada larangan meminum minuman beralkohol, tapi ketahuilah dampak alkohol pada kualitas tidur kita."
"Faktor lain yang membuat kita lesu adalah kita tidak bisa berolahraga seperti biasa."
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Selain itu, menurut James, memperoleh paparan cahaya alami di pagi hari membantu tubuh kita agar lebih siap beraktivitas. Namun, hal itu tampaknya lebih sulit dilakukan di masa pandemi seperti ini.
"Jadi, jika kita keluar untuk berjalan-jalan, berlari, dan bersepeda di pagi hari ini tentu bisa memberikan lebih banyak manfaat." (Mirror)
Penulis: Gading Perkasa
Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Mengapa Jadi Sulit Bangun Pagi dan Terasa Lesu Selama Masa Karantina?
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/bangun-kesiangan-telat-bangun_20170531_094647.jpg)