Masa Karantina di Rumah Saja, Jangan Kebanyakan Rebahan dan Tidur

Tak sedikit orang yang menikmati kebebasan di rumah dengan nonton serial favorit sampai lewat tengah malam, bangun siang, atau banyak tiduran.

Editor: Bejoroy
https://lifestyle.kompas.com/
Ilustrasi. Banyak orang yang menikmati kebebasan ini dengan nonton serial favorit sampai lewat tengah malam, bangun siang, atau banyak tidur dan bersantai. (txking) 

SRIPOKU.COM - Sudah sebulan lebih kita menjalani masa karantina dengan menjadikan rumah sebagai pusat aktivitas.

Tak sedikit orang yang menikmati kebebasan ini dengan nonton serial favorit sampai lewat tengah malam, bangun siang, atau banyak tidur dan bersantai.

Memang setiap orang berhak melakukan apa pun yang bisa membuatnya nyaman selama di rumah saja.

Beratnya Aturan Jaga Jarak Fisik di Rumah Saja bagi Remaja

Naik Rp 7.000, Harga Emas Antam Selasa 21 April 2020 Berada di Angka Rp 924.000 per Gram

Namun, pertimbangkan juga bahwa kita perlu menjaga kesehatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak gampang tertular penyakit.

Memperhatikan durasi tidur dan kualitasnya merupakan bagian yang penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

“Karena kita tidak punya jadwal yang teratur, kita jadi gampang mengalami insomnia dan biasanya diikuti dengan kebiasaan tidak sehat lain seperti konsumsi makanan tidak sehat berlebihan,” kata pakar kesehatan tidur Michael Grandner.

Kebijakan untuk beraktivitas di rumah saja juga membuat banyak orang jadi kurang bergerak atau sedentari. Hal ini membuat tubuh kelebihan energi sehingga kita masih terjaga sampai malam.

Karena kurang aktivitas fisik, kondisi mental pun ikut terpengaruh. Untuk mengatasinya, upayakan untuk selalu menggerakkan badan setiap hari. Manfaatnya tidak hanya membuat tubuh lebih berenergi, tapi juga mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur.

Jenis olahraga yang dilakukan tidak harus heboh atau memeras banyak keringat. Melakukan yoga, jalan kaki di sekitar rumah sambil tetap menjaga jarak fisik, atau naik turun tangga, sangat disarankan.

Penelitian juga menunjukkan, orang yang setiap hari melakukan olahraga jalan cepat selama 12-15 minggu memiliki waktu sakit lebih singkat dibandingkan dengan mereka yang lebih suka rebahan atau bersantai di sofa.

Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

“Untuk jenis olahraganya, evaluasi apakah latihan yang kita pilih membuat kita makin berenergi atau kelelahan. Masa karantina ini mungkin bukan waktunya latihan lari 10 Km,” kata dokter Jebidiah Ballard.

Bila beberapa waktu terakhir ini Anda menggunakan tempat tidur sebagai pelarian, dengan malas bangun, tidak peduli dengan sekitar, tidak tahu apa yang harus dilakukan, mungkin sebenarnya Anda sedang depresi.

(The Insider)

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Walau di Rumah Saja, Jangan Kebanyakan Rebahan dan Tidur

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Facebook Sripoku
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved