Muncul Pada Era 90-an, Ternyata Ini Sejarah Julukan Maung Bandung yang Melekat Pada Persib Bandung

Julukan Maung Bandung sangat akrab terdengar di telinga untuk menyebut nama lain Persib Bandung. Ternyata julukan kesebelasan asal Jawa Barat ini ti

Istimewa
Sebab Skuat Bertabur Bintang Persib Bandung Kalah Besar 3-0, Maung Bandung Tak Berdaya 

SRIPOKU.COM -- Julukan Maung Bandung sangat akrab terdengar di telinga untuk menyebut nama lain Persib Bandung.

Ternyata julukan kesebelasan asal Jawa Barat ini  tidak begitu saja muncul dengan sembarangan.

Ada cerita dan sejarah panjang hingga akhirnya julukan tersebut tersemat dan menjadi identitas yang tak terpisahkan. Begitu pula dengan julukan Maung Bandung yang dimiliki Persib.

Penggunaan istilah Maung Bandung sebagai julukan Persib muncul pada era 1990-an. Julukan Maung Bandung bagi Persib terinspirasi dari sebuah lagu berjudul "Jung Maju Maung Bandung" yang diciptakan oleh Raden Aang Kusmayatna Kusiyana Samba Kurnia Kusumadinata. 

Dia adalah seorang seniman asal Jawa Barat yang populer dengan nama Kang Ibing.

Lagu tersebut diciptakan Kang Ibing saat Persib mengarungi kompetisi Perserikatan 1991. Entah secara kebetulan atau tidak, Persib berhasil menjadi kampiun kompetisi Perserikatan pada tahun tersebut.

Persib memastikan gelar juara setelah mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-0, dalam laga final yang berlangsung di Stadion Utama Senayan, Jakarta, 11 Maret 1991.

Menyambut keberhasilan Persib meraih gelar juara kompetisi Perserikatan untuk kali keempat, lagu "Jung Maju Maung Bandung" pun kerap kali diperdengarkan di saluran televisi nasional, TVRI. Hal tersebut, membuat lagu tersebut kian populer.

Lagu "Jung Maju Maung Bandung" memang sarat nilai-nilai filosofis yang bermakna dalam. Terutama, mengenai kebanggaan terhadap Persib, perjuangan, keberanian, dan nilai-nilai sportivitas yang wajib dijunjung dalam permainan sepak bola.

Dari sana, publik sepak bola di Jawa Barat pun mulai menggunakan istilah Maung Bandung sebagai julukan Persib.

Halaman
1234
Editor: adi kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved