Puncak Pandemi Corona Belum Tuntas, Gelombang Kedua Ancam Indonesia Jika Pemerintah Tak Lakukan Ini
Negara-negara yang mengalami gelombang kedua setelah dinyatakan bebas Virus Corona seperti Wuhan China,
SRIPOKU.COM-Sejumlah negara di Asia alami gelombang kedua pandemic Covid-19 setelah gelombang pertama mereda.
Negara-negara yang mengalami gelombang kedua setelah dinyatakan bebas Virus Corona seperti Wuhan China, Korea Selatan, Jepang dan Singapura serta beberapa negara lainnya, yang belum diketahui secara pasti jumlah.
Jika melihat kasus di negara-negara Asia yang terkena gelombang kedua, karena disebab wilayah tersebut kembali dibuka, sehingga sebaran Virus Corona kembali terjadi.
Terkait dengan wabah gelombang kedua Virus Corona yang melanda Asia ini, maka Para ahli menyebutkan wabah Covid-19 di Indonesia bisa mengalami gelombang kedua.
Padahal sejauh ini gelombang pertama Virus Corona yang melanda Indoensia saja belum mencapai puncak pandemi.
Kerisauan para ahli ini sebagai bentuk peringkata kepada pemerintah untuk tetap waspada dan menerapkan sistem yang baik sebagai benteng pencegahan meluasnya Virus Corona.
Namun, di sisi lain kita juga harus bersiap pada gelombang kedua pandemi virus corona, jika sistem melemah.
Hal ini disampaikan oleh Perwakilan Solidaritas Berantas Covid-19, Prof. Akmal Taher.
"Saya kira memang gelombang kedua (pandemi) itu bisa terjadi, saat puncak sudah lewat, yang sakit itu sudah turun," kata Akmal dalam diskusi daring bertajuk Hari Kesehatan Dunia 2020: Aksi Nyata Masyarakat Sipil di Masa Pandemi, Kamis (9/4/2020).
Potensi terjadinya gelombang kedua pandemi di Indonesia ini bisa terjadi, kata dia, jika sistem yang saat ini sudah dibuat oleh pemerintah dan dilakukan oleh masyarakat sipil melonggar.
Saat pandemi sudah mencapai puncaknya, sebaiknya pemerintah dan masyarakat tetap bekerjasama dan terus berkoordinasi untuk terus melakukan berbagai sistem strategis hingga transmisi Covid-19 ini benar-benar berakhir.
Jika tidak, maka bisa terjadi hal yang dialami China.
Di mana transmisi ternyata masih terjadi saat masyarakat sudah merasa aman saat wilayahnya sudah melewati puncak pandemi.
Lantas, jika ada satu wilayah yang ditemukan lagi kasus infeksi, akan di lockdown wilayah tersebut.
Akmal berkata, saat jumlah kasus terjadi penurunan setelah mencapai puncaknya nanti.
