Berikut Obat Ampuh Penawar Virus Corona, 3 Diantaranya Mudah Didapatkan Tapi Miliki Efek Bahaya

Sejauh ini, berbekal pengalaman sejumlah negara, obat Klorokuin digunakan untuk mengurangi demam dan peradangan.

Editor: Hendra Kusuma
Istimewa
Berikut Obat Ampuh Penawar Virus Corona, 3 Diantaranya Mudah Didapatkan Tapi Miliki Efek Bahaya 

SRIPOKU.COM—Terungkap jika obat penawar Covid-19 mudah didapatkan, namun tidak boleh sembarang digunakan karena memiliki Efek Samping berbahaya bagi tubuh.

Seperti diketahui, saat ini Virus Corona makin mewabah di dunia khususnya di Indonesia   kasus pasien yang positif corona di tanah air, terus bertambah dengan jumlah terbaru sebanyak 4.241 kasus.

Sementara sejauh ini belum ditemukan vaksin yang tepat untuk menundukkan Virus Corona.

Namun, ditemukan setidaknya ada 5 jenis obat-obatan dan tiga diantaranya sudah terbukti dan mudah didapatkan.

Seperti dilansir dari kompas.tv,  pemerintah sampai dengan saat ini, baru mengumumkan dua jenis obat yang dinilai ampuh menjadi penawar Virus Corona, yakni obat Klorokuin dan Avigan.

Terkait dengan hal ini, banyak negara yang memburu obat berbahan baku Klorokuin. Obat jenis ini kini sangat langka, meski selama ini mudah didapatkan.

Salah satu perusahaan farmasi di Indonesia, PT Dexa Medika, dalam jumpa pers yang berlangsung pada Jumat lalu di BNPB mengungkapkan, saat ini ada tiga jenis obat untuk pasien corona, yang akan disalurkan ke seluruh Indonesia.

Yakni, Hydroxy Klorokuin, Azithromycin, Klorokuin.  Ketiga jenis ini, diakui Dexa Medika, kini langka di temukan. Sementara itu, pemerintah mengaku belum menemukan baik obat maupun vaksin khusus untuk menangkal Virus Corona.

Lakukan Penelitian Obat atasi Virus Corona

Sejauh ini,  berbekal pengalaman sejumlah negara, obat Klorokuin digunakan untuk mengurangi demam dan peradangan. Selain itu, obat ini terkenal murah dan mudah diproduksi.

Bahkan uji coba klinis perihal bagaimana obat Klorokuin bereaksi pada pasien, sedang berlangsung di Tiongkok, Amerika Serikat, Inggris dan Spanyol. 

Meski begitu, masyarakat Indonesia tetap menanti gebrakan dari para peneliti obat-obatan dalam negeri, untuk bisa segera menemukan vaksin dan obat yang tepat sebagai penawar Covid-19.

Berikut ini Daftar 5 Obat Penawar Covid-19:

Cukup Diandalkan Meski Ada Efek Samping

1. klorokuin

Berdasarkan penelitian di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada 2005, klorokuin efektif melawan sel primata yang terinfeksi SARS—coronavirus generasi pertama yang menyerang manusia. Namun, penelitian itu hanya berbasis uji in vitro melalui sel makhluk hidup, dan bukan dilakukan terhadap makhluk itu sendiri.

“Sering kali ada perbedaan besar antara bagaimana kinerja suatu obat terhadap sel-sel makluk hidup, dengan cara kerjanya di dalam tubuh makhluk hidup,” ujar Jeremy Rossman, pakar virologi Universitas Kent, Inggris, dalam laporan The Scientist.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) saat ini masih menguji apakah klorokuin—yang biasa digunakan untuk pengobatan malaria, lupus, dan artritis rematoid—bisa digunakan untuk mengobati pasien corona dengan gejala ringan ke medium.

“Observasi sedang dilakukan untuk menentukan kemanjuran klorokuin dalam pengobatan COVID-19,” ujar FDA dalam keterangan tertulisnya.

Walau klorokuin dipandang prospektif untuk pengobatan coronavirus, ia tak boleh sembarangan dikonsumsi. Asupan klorokuin 500 mg setiap harinya selama lebih dari seminggu, menurut Direktur Klinis GTAK Health Clinic di Lagos, Goke Akinrogunde, bisa berbahaya dan setidak-tidaknya mengakibatkan overdosis.

Bloomberg melaporkan, di Lagos, Nigeria, dua kasus keracunan klorokuin baru-baru ini terjadi seiring melonjaknya permintaan atas obat itu, usai Trump menyebutnya sebagai “one of the biggest game changers in the history of medicine” bersama azitromisin.

Hal tersebut membuat otoritas kesehatan Nigeria memperingatkan warganya untuk tidak mencoba-coba melakukan pengobatan COVID-19 sendiri.

“Klorokuin masih pada tahap uji coba kombinasi dengan obat lain, dan belum diverifikasi dalam pengobatan preventif atau penyembuhan (bagi pasien corona),” kata Oreoluwa Finnih, asisten kesehatan senior gubernur Lagos.

2.Avigan

Obat kedua setelah klorokuin,kini  pemerintah RI juga memesan 2 juta butir avigan dari Jepang. Avigan ialah obat antivirus yang biasa digunakan untuk melawan virus RNA (penyebab penyakit ebola, SARS, rabies, influenza, hepatitis C, polio, dan lain-lain).

“Obat ini (avigan) sudah dicoba oleh satu, dua, tiga negara, dan memberikan kesembuhan. Kita telah datangkan 5.000, akan kita coba, dan dalam proses pemesanan 2 juta,” kata Jokowi, Jumat (20/3).

Sebenarnya, Avigan yang juga dikenal dengan nama favipiravir, diteliti di China sejak Februari sebagai pengobatan COVID-19. Sebulan kemudian pada pertengahan Maret, otoritas kesehatan China menyebut obat itu efektif dalam mengobati pasien corona di Wuhan dan Shenzen.

3. Chloroquine phosphate

Selanjutnya Chloroquine phosphate adalah obat yang telah lama digunakan untuk mengobati maupun mencegah malaria. Selain itu klorokuin juga diyakini dapat menghambat pertumbuhan virus dengan cara menghambat endositosis atau proses masuknya virus ke dalam tubuh. 

Obat inipun kini mulai langka dan banyak diburu negara-negara untuk pengobatan pasien Virus Corona.

4. Hydroxychloroquine and azithromycin

Terkait dengan obat ini, seorang Peneliti dari Prancis kemudian menggabungkan hydroxychloroquine dengan antibiotik azitromisin. Penelitian tersebut dilakukan pada 20 pasien COVID-19 dan hasilnya menunjukkan semua pasien yang mengonsumsi kombinasi obat tersebut sembuh secara virologis di mana virus corona tidak lagi terdeteksi pada pasien. 

 
5. Remdesivir
Kemudian Remdesivir adalah obat antivirus yang bekerja dengan menghentikan transkripsi RNA virus sedari dini.  Saat ini remdesivir telah terbukti dapat menghambat virus COVID-19 secara in-vitro dan sedang diuji klinis pada pasien COVID-19 di Amerika serikat.  

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved