Gunung Krakatau

Karena Gunung Krakatau, Seluruh Belahan Dunia 'Mencekam'

Kabar teranyer dilaporkan Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi Jumat (10/4/2020) malam sekitar pukul 21.58 WIB

Editor: Salman Rasyidin
KOMPAS
Letusan Gunung Anak Krakatau. 

Dalam beberapa minggu, matahari muncul dengan warna aneh di hadapan orang-orang dari seluruh dunia.

Para ahli menyebut ini dikarenakan debu halus berhamburan di atmosfer.

Selama 3 bulan berikutnya, puing-puing tinggi di langit menghasilkan matahari terbenam berwarna merah yang jelas.

Dalam satu kasus, pemadam kebakaran di Poughkeepsie, New York, dikirim ketika orang-orang menonton matahari terbenam.

Karena mereka yakin melihat api dari kejauhan.

Lebih lanjut, lukisan Edvard Munch tahun 1893 'The Scream' diyakini melukiskan bagiamana dunia terjadi setelah erupsi Krakatau.

Selain itu, jumlah debu di atmosfer juga menyaring matahari dan panas yang cukup sehingga suhu global turun secara signifikan selama beberapa tahun.

Namun, setelah metelus gunung Krakatau, dia menyisakan Gunung Anak Krakatau di sebuah pulau kecil yang terus tumbuh rata-rata 5 inchi setiap minggu. (Afif Khoirul M)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved