Virus Corona di Sumsel
Warga Kota Pagaralam Sumsel Ketat Terapkan Social Distancing, Cukur Rambut Anak di Rumah
Hal ini juga dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam sebagai upaya menjaga masyarakat Pagaralam akan tidak tertular COVID-19.
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Pendami Virus Corona (COVID-19) saat ini menjadi momok seluruh masyarakat Dunia. Bahkan saat ini ribuan masyarakat Indonesia sudah terpapar COVID-19 tersebut.
Melihat hal ini seluruh jajaran Pemerintah di Indonesia memberlakukan himbauan masyarakat untuk tetap dirumah saja.
Hal ini sebagai upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebarab COVID-19 tersebut.
Bahkan semua kegiatan di luar rumah seperti sekolah, bekerja dan ibadah saat dihimbau untuk dilakukan di rumah saja.
Hal ini juga dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam sebagai upaya menjaga masyarakat Pagaralam akan tidak tertular COVID-19.
Pemkot telah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap di rumah saja selama pandemi COVID-19 ini.
Imbauan pemerintah ini sebagian sangat diindahkan oleh masyarakat Pagaralam. Sejumlah masyarakat memberlakukan himbauan tersebut dengan ketat sesuai ptotokol yang ditetapkan pemerintah.
Pantauan Sripoku.com, Minggu (5/4/2020) menyebutkan, sejumlah warga Pagaralam bahkan ada yang sengaja meninggalkan rumah di kampung dan tinggal di kebun untuk menghindari keramaian. Bahkan ada juga warga yang memang tidak keluar rumah jika tidak dalam keadaan darurat.
Bahkan salah satu warga tampak sedang memotong rambut anaknya sendiri dirumah karena tidak mau keluar rumah hanya sekedar untuk ke salon atau Babershop.
"Saya sengaja membeli alat cukur rambut sendiri secara online agar bisa potong rambut anak saya sendiri dirumah. Karena jika harus ke salon akan banyak orang disana," ujar Heni (31) salah satu ibu rumah tangga di Pagaralam.
Pihaknya sangat peduli dengan himbauan pemerintah yang mengharuskan masyarakat tidak keluar rumah dan menjauhi kerumunan.
"Pasalnya dikabarkan bahwa virus ini sangat mudah menular, jadi kami yakin imbauan pemerintah ini untuk kebaikkan semua masyarakat dan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 ini," katanya.
Sementara itu update data terkait COVID-19 di Kota Pagaralam berdasarkan data Gugus Tugas: Saat ini terdapat 54 ODP (Orang Dalam Pemantauan) di Wilayah Kota Pagaralam, 28 ODP dinyatakan telah selesai tahap PEMANTAUAN.
Sementara 26 ODP telah diminta untuk melakukan isolasi mandiri, dengan rincian di Kecamatan Pagaralam Utara 15 Orang, Kecamatan Pagaralam Selatan 9 Orang, Kecamatan Dempo Utara 14 Orang, Kecamatan Dempo Selatan 11 Orang dan Kecamatan Dempo Tengah 5 Orang.
Pemerintah Kota Pagaralam meminta bagi warga Pagaralam yang baru datang dari luar daerah dan luar negeri (zona merah Covid-19), tapi belum memiliki gejala Virus Corona, jangan buru-buru ke Puskesmas atau RS, silahkan menghubungi nomor layanan informasi Dinas Kesehatan 085379617434 dan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/potong-rambut-di-rumah-aja-2.jpg)