Rumah Sehat Generasi Hebat
Rumah sebagai tempat untuk melepaskan lelah, tempat bergaul dan membina rasa kekeluargaan diantara anggota keluarga,tempat berlindung
SRIPOKU.COM - Rumah sebagai tempat untuk melepaskan lelah, tempat bergaul dan membina rasa kekeluargaan diantara anggota keluarga,tempat berlindung dan menyimpan barang berharga, dan rumah juga merupakan status lambang sosial. (Azwar, 1996; Mukono,2000)
Karena rumah merupakan salah satu faktor yang besar dalam mempengaruhi kesehatan. Maka dari itu sangat diperlukan rumah yang layak untuk di jadikan tempat tinggal dan harus memenuhi syarat kesehatan sehingga penghuninya tetap sehat.
Rumah yang sehat itu tidak lepas dari ketersediaan prasarana dan sarana yang terkait, seperti penyediaan air bersih, sanitasi pembuangan sampah , transportasi, dan tersedianya pelayanan sosial.
Namun rumah megah dan besar bukan tolak ukur bahwa rumah tersebut mampu memenuhi kriteria atau pedoman rumah sehat , Seperti dikutip dari Pedoman Teknis Penilaian Rumah Sehat, Depkes RI, 2007. Maka Secara umum rumah dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :
1.Dapat Memenuhi kebutuhan psikologis;
2.Dapat Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit
3.Memenuhi kebutuhan fisiologis
4.Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena pengaruh luar dan dalam rumah
Dan mengapa rumah kita harus memiliki kriteria diatas?
Sederhana, agar mencapai derajat kesehatan yang sebaik baik nya, dimulai dari tempat tinggal, prasarana dan sarana yang ada dirumah kita.
Dengan terlengkapinya kriteria tersebut maka bisa melindungi kita dari penularan penyakit, melindungi dari gangguan luar,dan terpenuhi kebutuhan pokok rohani manusia.
Berdasarkan hasil survey kuisioner online yang di lakukan terhadap mahasiswa FKM Universitas Sriwijaya yang berdomisili di kota Palembang, sumatera selatan, dengan jumlah responden sebanyak 50 orang, sebanyak 26 responden tinggal di rumah seluas 1-119 m2 dan 28 lagi tinggal di rumah seluas >120m2.
Dari seluruh rumah tersebut, terdapat jamban di seluruh rumah responden yang di teliti, hanya saja jenisnya berbeda-beda, paling banyak responden menggunakan jamban leher angsa yaitu sebesar 66% dari total keseluruhan, sedangkan sisanya menggunakan jenis jamban lain tetapi tidak menyebutkan spesifikasinya.
Sarana air bersih juga sudah mengalir di seluruh rumah responden, sebanyak 34 rumah telah terjangkau aliran PDAM, 18 rumah memilih menggunakan sumur gali dengan pompa listrik untuk pengairan di rumah mereka sedangakan 2 rumah lainnya mengaku masih menggunakan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air mereka sehari-hari.
Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa Mahasiswa FKM Unsri yang memiliki kondisi jamban yang dilengkapi dengan atap pelindung dan dinding sebanyak 94,4%, sebanyak 70,4% memiliki jarak jamban dengan sumber air bersih kurang dari 10 meter, lubang pembuangan kotoran diberi tutup sebanyak 87%.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/rumah-sehat-generasi-hebat.jpg)